oleh

Johan Budi : Pernyataan Luhut Tak Wakili Sikap Presiden

PENANEGERI, jakarta- Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi menegaskan, pernyataan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan yang akan mencari dosa-dosa seorang tokoh senior, tidak mencerminkan sikap Presiden Joko Widodo.

“Pak Luhut menurut saya tidak mewakili sikap Presiden. Ini perlu digarisbawahi,” kata Johan di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/3).

Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi Sapto Pribowo menegaskan bahwa pernyataan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan tidak mewakili sikap Presiden Joko Widodo.

Pernyataan Luhut yang dimaksud adalah kalimat “Kalau kau merasa paling bersih kau boleh ngomong. Dosamu banyak juga kok. Sudahlah, diam sajalah. Jangan main-main, kalau main-main kami bisa cari dosamu, memang kamu siapa?” yang disampaikan Luhut dalam seminar nasional di kantor BPK pada Senin (19/3).

Luhut tidak menyebutkan kepada siapa pernyataan itu ditujukan, namun pernyataannya itu lalu direspon oleh khalayak dan kalangan yang merasa bahwa kalimat itu ditujukan kepada Ketua Majelis Kehormatan PAN Amien Rais.

Amien Rais diketahui memang mengkritik pembagian sertifikat tanah yang dilakukan Presiden Joko Widodo. Amien menyebut ada pembohongan dalam program bagi-bagi sertifikat tanah karena 74 persen tanah di negeri ini dikuasai oleh kelompok tertentu namun didiamkan oleh pemerintah.

“Ucapan Pak Luhut disampaikan dalam sebuah seminar, gayanya kan begitu Pak Luhut, tidak mencerminkan sikap Presiden atau tidak mencerminkan sikap pemerintah. Itu lebih pada sikap pribadi Pak Luhut yang gaya penyampainannya juga seperti itu, seperti pemilihan kata, Pak Amien Rais juga begitu kan gayanya suka blak-blakan baik Pak Amien maupun Pak Luhut,” tambah Johan kepada wartawan.

Sehingga Johan pun meminta agar maksud dari pernyataan Luhut itu ditanyakan langsung kepada Luhut.

“Lebih baik ditanya lebih detil lagi ke Pak Luhut apa maksud yang disampaikan itu, tapi saya minta teman-teman juga jangan melihat secara parsial, tapi konteksnya dia bicara panjang lebar itu, jangan kemudian yang mencuat soal saya akan cari-cari dosa itu,” tambah Johan.

“Teman teman (wartawan) saya minta jangan melihat secara parsial. Harus dilihat konteksnya secara panjang lebar. Jangan hanya kemudian yang dibuat ‘saya akan mencari dosa-dosamu’ itu,” ucap Johan.

Luhut sebelumnya geram dengan seorang tokoh senior yang dianggapnya asal-asalan dalam mengkritik pemerintah.

Kegeraman tersebut ia ungkapkan saat menjadi pembicara dalam seminar nasional “Kebijakan dan Koordinasi Bidang Maritim untuk Kesejahteraan Nelayan” di Gedung BPK RI, Senin (19/3/2018). “Kalau ada senior bilang bahwa ngasih sertifikat itu ngibulin rakyat, apanya yang ngibulin. Dari dulu juga ada pembagian sertifikat, tapi prosesnya panjang, lama dan sedikit. Sekarang prosesnya cepat, dan banyak. Lah, salahnya di mana,” kata Luhut.

Luhut pun mengancam akan membongkar dosa tokoh senior yang asal-asalan mengkritik pemerintah. Luhut menyebut, orang-orang tersebut punya banyak dosa di masa lalu. “Jangan asal kritik saja. Saya tahu track record-mu, kok.

Background saya spion juga,” kata purnawirawan Jenderal TNI ini. “Kalau kau merasa paling bersih kau boleh ngomong. Dosamu banyak juga kok. Sudahlah, diam sajalah. Jangan main-main, kalau main-main kita bisa cari dosamu, memang kamu siapa?” tambah dia. Luhut tak menyebut siapa tokoh senior yang ia maksud. Namun, banyak kalangan meyakini yang dimaksud Luhut adalah Amien Rais. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *