oleh

Jokowi Bertemu Pimpinan Parpol Koalisi di Istana, Bahas Jiwasraya-Asabri

PENANEGERI, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan pimpinan partai koalisi pada sore tadi. Pertemuan juga dihadiri oleh pimpinan DPR hingga menteri Kabinet Indonesia Maju.

“Tadi ada pertemuan dengan presiden,” kata Sekjen Partai NasDem, Johnny G Plate, kepada wartawan, Selasa (14/1/2020).

Pertemuan digelar secara tertutup di Istana Kepresidenan. Pimpinan partai politik koalisi yang hadir antara lain Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketum Partai NasDem Surya Paloh, Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum PP Suharso Monoarfa, dan Waketum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.

Sedangkan dari jajaran Sekjen yang hadir adalah Hasto Kristiyanto, Johnny G Plate, Lodewijk Paulus, Hasanuddin Wahid, Arsul Sani, dan Ahmad Muzani.

Hadir juga pimpinan DPR, ketua fraksi partai koalisi, Kapolri Jenderal Idham Azis, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Menteri Keuangan Sri Mulyani, hingga Menteri BUMN Erick Thohir.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan perkembangan jalannya pemerintahan dan situasi negara. Ada tiga materi yang dibicarakan.

“Yang pertama, di bidang legislasi, ada omnibus law yang sudah siap dikirim ke DPR, omnibus law cipta lapangan kerja. Lalu Ibu Sri Mulyani menyampaikan bahwa omnibus law pajak juga siap dan saya juga menyampaikan ada RUU perlindungan data pribadi juga siap. Kemudian disampaikan ke DPR,” kata Johnny.

Materi kedua yang disampaikan adalah masalah Jiwasraya dan Asabri. Menurut Johnny, pemerintah berkomitmen menyelesaikan kedua persoalan tersebut.

“Yang kedua terkait masalah Jiwasraya dan Asabri. Nggak dibahas, disampaikan secara singkat bahwa pemerintah sudah akan… structure, untuk penyelesaian skema masalah Jiwasraya dan masalah Asabri dan presiden memberikan tekanan bahwa yang harus diperhatikan perlindungan terhadap rakyat kecil,” ujar Johnny.

“Demikian halnya Asabri karena ini terkait dengan prajurit TNI, Polri, dan ASN, tetapi perbedaannya kalau di Asabri itu dibayar APBN lebih mudah penyelesaiannya tapi pemerintahan menyiapkan pola penyelesaian dengan baik oleh pemerintah,” sambung Johnny.

Selain itu, Jokowi menyampaikan perkembangan mengenai rencana pemindahan Ibu Kota Negara. Jokowi berharap pemindahan Ibu Kota memberikan dampak terhadap transformasi ekonomi.

“Yang ketiga, terkait dengan pemindahan Ibu Kota Negara, memberikan update terkait pemindahan Ibu Kota. Bahwa pemindahan Ibu Kota Negara ini di samping, ini bukan soal fisik yang berpindah, tetapi transformasi ekonomi juga di dalamnya,” ujar dia. (*/dtc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *