oleh

Jolyon Palmer Siap Buktikan Diri

PENANEGERI, Formula 1 – Ketika mengalami nasib yang cukup buruk sejauh ini di tahun 2017, Jolyon Palmer bisa dibilang hanya bisa disaingi oleh tim McLaren yang selalu mengalami kekalahan.

Namun, pembalap Renault tersebut bertekad untuk membalikkan periode dan mencari keberuntungan akhir pekan depan di Hungaria.

“Saya rasa bukan takhayul jika bisa mendapatkan poin lebih tinggi, tapi Anda harus mengatakan bahwa nasib buruk ini harus berakhir. Saya telah membakar beberapa benda yang dirasa sebagai faktor kesialan, jadi sekarang mereka sudah tidak ada lagi,” kata pembalap berusia 26 tahun itu dikutip dari f1.com, Minggu (23/7).

Grand Prix diakhir pekan lalu merupakan ilustrasi tentang kemalangan yang dihadapi Palmer musim ini. Dia ditetapkan untuk memulai balapan di kandangnya dari posisi 11 di grid.

“Itu adalah sesuatu yang sederhana seperti cincin ‘O’ dalam sistem hidrolik. Kami telah menyelidiki secara menyeluruh untuk menentukan faktor kegagalan dan memastikan kami tidak melihat hal semacam ini lagi,” jelas Nick Chester, Direktur Teknis Chassis.

“Sayangnya Jolyon tidak bisa memulai balapan setelah mendapat masalah dengan sistem hidrolik. Dia berada dalam posisi bagus di grid, tentu saja dia sangat termotivasi mendapatkan poin karena balapan kemarin ada di negaranya, dan hasilnya jauh dari harapan,” lanjut Nick.

Mengenai hasil balapan tersebut, Palmer mengungkapkan sudut pandangnya sendiriĀ  dan mengatakan, hasilnya memang negatif, sangat membuat frustrasi.

“Terutama karena ini adalah Grand Prix di negara saya dan saya memiliki banyak dukungan, saya tidak dapat mempercayainya,” ujarnya.

“Tapi yang positif, pasti ada beberapa hal bagus dari Silverstone. Kecepatan kualifikasi saya cukup baik dan saya berhasil menjadi terbaik kedua musim ini, saya berkendara dengan lantai baru di FP1 dan bekerja dengan baik,” sambung Palmer.

Menurut Palmer, pihaknya akan mengevaluasi bagian depan yang telah diperbarui dan paket pendingin yang dimodifikasi. Kami akan terlihat kompetitif dan unggul dari rival kami, hanya itu yang diharapkan di Hungaria.

“Saya sangat menyukai Budapest dan ini membawa beberapa kenangan indah seperti saat saya menangkan pada Seri GP2 di tahun 2013,” tandasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *