oleh

Jonas Folger Janjikan Hal Lain Setelah Podium di Jerman

PENANEGERI, Moto GP – Pembalap tim Yamaha Tech3, Jonas Folger, meyakini hasil dari kesuksesan meraih urutan kedua di Moto GP Jerman pekan lalu bisa menjadi batu loncatan untuk hasil serupa di masa depan.

Folger menyaingi Marc Marquez dari tim Honda saat balapan di Sachsenring, Minggu (2/7) lalu, menikmati periode selama lima putaran di posisi terdepan dan bertahan untuk mengungguli sang juara bertahan sebelum bannya mengalami masalah.

Ia masih bisa mencatat podium pertama sejak naik ke kelas utama, menyelesaikan balapan di posisi kedua dan mengungguli Dani Pedrosa yang juga dari tim Honda.

“Saya ingin membuktikan dengan tepat apa yang saya lakukan, bahwa saya tidak hanya serius dalam latihan dan bisa mendapatkan satu atau dua hasil bagus dalam kondisi hujan. Saya juga membuktikan bahwa saya bisa menjadi lebih kuat pada akhir pekan, di mana saya memiliki banyak tekanan di rumah, tapi saya tetap tenang dan mengubah tekanan menjadi sesuatu yang positif, bahwa saya bisa menjadi pembalap yang kuat,” ungkap Folger dikutip dari laman autosport.com, Rabu (5/7).

Tempat kedua diraih Folger adalah yang ketiga kalinya dalam enam balapan Moto GP bagi tim Tech3, menyaingi dua pembalap tim Yamahan lainnya seperti Valentino dan Maverick Vinales.

Pasangan pabrik menempati urutan keempat dan kelima masing-masing di Jerman, dan untuk dua putaran terakhir telah bereksperimen dengan sasis baru.

“Tim pabrikan ini memiliki masalah dan harus berjuang lebih keras, saya percaya pada kondisi sasis yang bisa menentukan hasil balapan. Tapi tim saya tidak terlalu memperhatikan keunggulan dari tim lain, karena kami hanya fokus pada diri sendiri dan memaksimalkan apa yang dimiliki,” tambah Folger.

Rekan satu tim Folger, Zarco, yang meraih podium pertama Tech3 tahun ini dalam balapan di Le Mans, mencapai posisi kesembilan di Jerman setelah lolos dari urutan 19.

Namun ia mengaku mengalami kesulitan dalam kondisi hujan pada bagian pertama kualifikasi Sachsenring, Zarco juga mengakui bahwa dia pikir tidak akan mampu menyesuaikan kecepatan rekan setimnya bahkan dengan cara yang lebih ekstrem.

“Bahkan jika saya mulai dari barisan kedua di grid, seperti Jonas, saya tidak dapat melakukan langkah seperti ini. Saya melakukan semua putaran saya dan dia memang lebih unggul,” tandas Zarco.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *