oleh

Kadis SI : Praktik Rentenir Resahkan Masyarakat Langsa

-Aceh-67 views

PENANEGERI, Langsa – Kepala Dinas Syari’at Kota Langsa, Drs H Ibrahim Latif MM, mengatakan, praktik rentenir yang sering disebut Bank 47 disinyalir telah merajalela di Kota Langsa dan sekitarnya, hal ini meresahkan masyarakat.

Padahal, praktik lintah darat itu selain haram hukumnya, bunganya juga mencekik leher.

“Banyak warga masyarakat yang menjadi korban dan terjerat dengan praktek Bank 47 ini,” sebut Ibrahim Latif, usai acara Safari Subuh di Masjid Darul Ilham Gampong Kapa Kecamatan Langsa Timur, Sabtu (6/7).

Dikatakannya, praktik rentenir ini bukan saja bermain di pasar atau di kota, tetapi mereka telah masuk ke gampong- gampong mencari mangsa. Dimana, mereka menawarkan pinjaman uang kepada masyarakat dengan cara yang mudah namun dengan bunga yang mencekik leher.

“Misalnya pelaku rentenir meminjamkan uang Rp 1 juta, kemudian sipeminjam boleh mengembalikan cicilannya per hari dengan jangka waktu 1 sampai 2 tahun, tapi uang yang dipinjam tersebut harus ditutup menjadi sebesar Rp 2 juta dan seterusnya. Apabila tidak dicicil sesuai dengan perjanjian, maka dinaikkan lagi bunganya,” jelas Ibrahim Latif.

Baca Juga  Kota Langsa Masuk Nominasi 3 Besar Anugerah AMI ke V Tahun 2019

Lanjutnya, praktik rentenir atau bank liar ini melanggar syari’at Islam dan telah mersahkan masyarakat, maka kita minta kepada pihak yang berwajib untuk menertibkannya. Jika tidak segera ditertibkan maka kita khawatir masyarakat akan bertindak sendiri- sendiri dan terjadi hal-hal yang  tidak kita inginkan.

Petugas Polisi Wilayatul Hibah (WH) Kota Langsa  juga terus memantau gerak gerik mereka dan akan menangkap/mengamankan pelaku rentenir bila ada unsur yang melanggar Qanun Syari’at Islam dan menyerahkan ke pihak penyidik Polres Langsa.

“Menurut laporan masyarakat, bahwa orang orang tersebut (pelaku rentenir) yang keluar masuk gampong berasal dari Sumatera Utara dan pada umumnya non muslim dan kita khawatir selain praktik rentenir ada misi lain dibalik itu,” terang Ibrahim Latif .

Sambungnya, hampir semua gampong dalam wilayah kota Langsa mereka ada dan mereka menyewa rumah masyarakat di gampong- gampong sebagai tempat mereka berkumpul di malam hari. Sementara di siang hari mereka terpencar mencari mangsa masing masing.

“Kepada masyarakat kita berharap, janganlah lagi berurusan dengan  rentenir, karena selain haram hukumnya juga mencekik leher,” tutup Ibrahim Latif.

Komentar

Berita Terbaru