oleh

Kanada Berikan Uang pada Mantan Tahanan Guantanamo $ 8.1 Juta

PENANEGERI,Desk Internasional- Pemerintah negara Kanada pada hari Jumat (7/7) secara resmi meminta maaf kepada seorang warga negara Kanada yang ditahan di Penjara Teluk Guantanamo selama satu dekade, bernama Omar Khadr dan mengatakan telah memberikan kesepakan penyelesaian finansial ( financial settlement ) pada Omar Khadr sebesar $ 8.1 Juta.

Pemerintah Kanada mengumumkan memberikan finacial settlement atau penyelesaian finansial dengan Omar Khadr setelah tiga keputusan Mahkamah Agung Kanada yang mengatakan bahwa pemerintah telah melanggar hak Omah Khadr.

Omar Khadr ditangkap di Afghanistan pada tahun 2002 pada usia 15 setelah baku tembak dengan tentara A.S.

Uang penyelesaian ( financial settlement ) tersebut diberikan kepada Khadr pada hari Rabu (5/7) lalu dan diuangkan segera, menurut Globe and Mail, Jumat (7/7).

Pengacara pemerintah dan Khadr menegosiasikan kesepakatan untuk pemberian financial settlement tersebut bulan lalu, berdasarkan keputusan Mahkamah Agung Kanada tahun 2010 .

Untuk itu, Kanada telah membayar uang penyelesaian ( financial settlement ) sebesar C $ 10.5 juta (USD $ 8.1 juta) kepada mantan tahanan Teluk Guantanamo Omar Khadr.

Pembayaran settlement tersebut diberikan kepada Khadr pada hari Rabu (5/7) dan diuangkan segera, surat kabar Globe and Mail melaporkan pada hari Kamis (6/7), mengutip seorang sumber yang terlibat dalam transaksi tersebut.

Pengacara pemerintah dan Khadr menegosiasikan kesepakatan tersebut bulan lalu, berdasarkan keputusan Mahkamah Agung tahun 2010 yang mengatakan bahwa pejabat intelijen Kanada memperoleh bukti dari Khadr di bawah “keadaan yang memaksa” atau ‘oppressive circumstances’.

Menurut keputusan tersebut, dia mengalami kurang tidur selama interogasi di Teluk Guantanamo pada tahun 2003, dan informasi yang diperoleh darinya kemudian dibagi sebagai bukti dengan pejabat AS.

Seorang warga Kanada, Khadr ditangkap di Afghanistan pada tahun 2002 pada usia 15 setelah pertempuran senjata dengan tentara AS.

Dia mengaku bersalah membunuh seorang dokter Angkatan Darat AS dan menjadi narapidana termuda yang ditahan di penjara militer di Kuba. Khadr kemudian menarik diri dan pengacaranya mengatakan bahwa dia diperlakukan dengan kejam.

Khadr menghabiskan satu dekade di penjara Guantanamo sebelum kembali ke Kanada pada tahun 2012 untuk menjalani sisa hukumannya dan dibebaskan pada tahun 2015.

Khadr kelahiran Toronto dibawa ke Afghanistan oleh ayahnya, seorang anggota al-Qaeda, yang mempekerjakan anak itu ke sekelompok pembuat bom. Sang ayah meninggal dalam pertempuran dengan pasukan Pakistan pada tahun 2003.

Setelah dibebaskan tahun 2015 dari penjara di Alberta, Khadr meminta maaf kepada keluarga korban. Dia mengatakan bahwa dia menolak kekerasan dan menginginkan sebuah awal yang baru untuk menyelesaikan pendidikannya.

Dia saat ini tinggal di sebuah apartemen di Edmonton, Alberta dan sedang belajar untuk menjadi perawat.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *