oleh

Kantor Hak Asasi Manusia PBB OHCHR ‘Sangat Prihatin’ atas Penangkapan LGBT di Azerbaijan, Mesir dan Indonesia

PENANEGERI, Desk Internasional – Pihak OHCHR (Office of the UN High Commissioner for Human Rights) atau Kantor Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada hari Jumat (13/10) menyatakan keprihatinan yang mendalam terhadap gelombang penangkapan lebih dari 180 orang yang dianggap lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) di negara Azerbaijan, Mesir dan Indonesia.

“Menangkap atau menahan orang berdasarkan orientasi seksual atau identitas gender mereka yang sebenarnya atau yang dirasakan, adalah dengan definisi yang sewenang-wenang dan melanggar hukum internasional, termasuk hak atas privasi, non-diskriminasi dan persamaan di depan undang-undang,” kata Rupert Colville, juru bicara Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (Office of the UN High Commissioner for Human Rights-OHCHR), pada sebuah konferensi pers di Jenewa, Jumat (13/10).

Rupert Colville, juru bicara OHCHR  mengatakan bahwa negara Azerbaijan, Mesir dan Indonesia harus segera mengambil tindakan untuk membebaskan siapa saja yang ditahan berdasarkan orientasi seksual atau identitas gender mereka yang sebenarnya atau yang dirasakan, membatalkan tuntutan berdasarkan undang-undang yang samar-samar dan diskriminatif, dan harus mencabut undang-undang tersebut sesuai dengan hukum kewajiban, hukum mereka berdasarkan hukum internasional, dan ini adalah rekomendasi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang telah berlangsung lama.

Di Azerbaijan, lebih dari 80 orang yang dianggap gay atau transgender telah ditangkap di Baku sejak pertengahan September. Di Mesir, lebih dari 50 orang telah ditangkap dalam beberapa pekan terakhir berdasarkan orientasi seksual atau identitas gender mereka yang diasumsikan. Di Indonesia, lebih dari 50 orang ditangkap di sebuah sauna di Jakarta Jumat lalu, berdasarkan orientasi seksual mereka. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *