oleh

Kapolres Bireuen : Sebelum Dihadang di Pidie Jaya, 6 Anggota Abu Razak Telah Menyerah

PENANEGERI, Bireuen – Sebelum insiden penghadangan terhadap Kelompok Kriminal Bersejata (KKB) pimpinan Abu Razak di Gampong Keudee, Trienggadeng, Pidie Jaya,  Polres Bireuen sudah pernah meminta mereka menyerahkan diri.

Bahkan sebelum kejadian itu, enam anggota Abu Razak telah menyerahkan diri terlebih dahulu ke Polres Bireuen tiga hari yang lalu.

Hal itu dikatakan Kapolres Bireuen, AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK, M.Si didampingi Kasat Reskrim, Iptu Rezki Rezki Kholiddiansyah SIK saat konfirmasi pers, Jumat (20/9) terkait kasus penembakan tersebut.

Menurut Gugun Hardi Gunawan, kronologis kejadian tersebut bermula dari laporan korban ke Polres Bireuen, 16 September lalu. Pihaknya juga sudah pernah menerima beberapa laporan lainnya terkait aksi kelompok ini.

“Ada korban yang membuat laporan ke Polres Bireuen terkait tindakan pemerasan dengan kekerasan yang dilakukan oleh kelompok Abu Razak.” katanya.

Disamping menindaklanjuti laporan tindakan pemerasan, kelompok ini juga memposting kegiatannya di video Youtube dengan mengatasnamakan kelompok Mujahiddin yang dipimpin dan mengaku, Tun Sri Muhammad  Azrul Muknimin Al Kahar alias Abu Razak.

Baca Juga  269 Pelanggar Lalu Lintas di Bireuen Ditilang

Menindaklanjuti laporan itu, selanjutnya Polres Bireuen melakukan koordinasi dengan Polda Aceh, dan akhirnya dibentuknya Tim Satgas khusus memburu kelompok ini.

Selanjutnya, Kamis (19/9) kemarin, tim gabungan dari Polda Aceh, Polres Bireuen kembali mendapat informasi terkait keberadaan mereka di Buket Cerana, Desa Ie Rhop, Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen.

Tetapi informasi keberadaan mereka belum diketahui, dan akan bergerak kemana karena masyarakat menginformasikan, ada orang-orang yang diduga kelompok tertentu akan bergerak, namun belum diketahui secara jelas kemana mereka bergerak.

“Usai mendapat informasi itu, lalu tim gabungan langsung bergerak, dan memantau keberadaan kelompok ini,” sebutnya.

Terakhir hasil koordinasi tim di lapangan diketahui, kelompok  tersebut bergerak ke arah barat Bireuen, dan tim juga ikut memastikan kendaraan yang mereka gunakan.

“Upaya tim akhirnya membuah hasil, kendati sebelumnya sempat hilang jejak. Tim  menemukan gambaran mereka yang bergerak menggunakan mobil Avanza ke arah Banda Aceh,” ungkapnya.

Selama pengejaran terhadap mereka, kelompok Abu Razak tidak mengetahui, kalau pergerakan mereka ini telah dibuntuti oleh tim dari arah belakang.

Baca Juga  Cabuli Anak di Bawah Umur, Seorang Pelajar Langsa Dibekuk Polisi

Di kawasan Gampong Keudee, Trienggadeng, Pidie Jaya,  kelompok Abu Razak Cs  ini  akhirnya mengetahui, kalau tim sedang mengejar dari belakang dan  akhirnya mereka yang ada dalam mobil Avanza yang sedang melaju, sempat melepaskan tembakan ke mobil polisi.

“Karena mendapat tembakan, Tim Satgas ikut melakukan balasan langsung. Terakhir tiga orang dari kelompok ini meninggal, satu diantaranya mengalami luka kritis, dan seorang  selamat,” katanya.

Ditangan mereka, tim berhasil menyita sejumlah barang bukti yanki dua pucuk senjata AK 56 popor lipat, empat magazen beserta 118 butir amunisi AK.

Lalu satu pucuk senpi Revolver dan sembilan peluru, dua bilah golok dan uang tunai sebesar Rp 10.931.000, 4 unit Hp, sejumlah jubah dan benda dididuga ajimat, dua tongkat rotan, stempel (Cap Sikureung), bendera deklarasi Kerajaan Islam Aceh Darussalam (KIAD).

”Seluruh barang bukti milik kelompok Abu Razak tersebut kini telah kita amankan di Mapolres Bireuen,” sebutnya.

Komentar

Berita Terbaru