oleh

Karyawan PT Seumadam Bermalam di Gedung DPRK Hingga Tuntutannya Dipenuhi

-Aceh-156 views

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Puluhan karyawan dan buruh harian lepas (BHL) yang bekerja di perusahaan perkebunan PT Seumadam, Kabupaten Aceh Tamiang terus menduduki Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang. Bahkan, mereka sudah tiga hari bertahan dan tidur di gedung wakil rakyat tersebut sejak Rabu (5/9) lalu.

Amatan Penanegeri.com, Jumat (7/9) sore, unsur Forkopimda bersama Komisi D DPRK Aceh Tamiang, perwakilan perusahaan, karyawan, Serikat Pekerja dan LSM Gadjah Puteh tengah menggelar rapat bersama.

Sedangkan puluhan karyawan PT Seumadam tetap berada diluar menunggu hasil rapat bersama anak dan istrinya.

“Kami hanya minta dipekerjakan kembali dan hak-hak kami sebagai karyawan diberikan oleh perusahaan. Saya bersama 68 karyawan lainnya sudah dua malam tidur di kantor dpr,” ungkap Winarso, salah satu karyawan kepada Penanegeri.com, Jumat (7/9) sore di gedung DPRK Aceh Tamiang.

Winarso, Legimin, Minarti dan puluhan karyawan lainnya merupakan korban dari aksi mogok kerja dan unjuk rasa yang pernah dilakukan beberapa waktu lalu karena membela Ketua PUK mereka yang di PHK. Perusahaan menganggap aksi mereka tidak sah hingga mengakibatkan mereka tidak dipekerjakan kembali.

Baca Juga  Satu Unit Rumah Pekerja PTPN I, Ludes Dilalap Sijago Merah

“Setelah unjuk rasa itu kami di usir tidak boleh bekerja lagi,” keluhnya.

Karyawan PT Seumadam
(Penanegeri/Istimewa) : Puluhan karyawan PT Seumadam bermalam di Gedung DPRK Aceh Tamiang menunggu tuntutan mereka dipenuhi, Kamis (6/9) malam.

Turut Membantu

Dikatannya, selama mereka menginap di gedung DPRK Aceh Tamiang, sejumlah anggota dewan turut membantu memberikan bantuan berupa makan dan minum.

“Anggota dewan ada yang bantu. Kemarin pak Syaiful Bahri kasih uang, tadi buk Irma Suryani dari NasDem kirim 80 nasi bungkus untuk makan siang,” terang Winarso.

Irma Suryani yang juga Sekretaris Komisi D DPRK Aceh Tamiang yang ditemui Penanegeri.com, mengaku sedih melihat puluhan karyawan tidur di lantai, terlebih ada yang membawa anak dan istrinya duduk di halaman kantor dewan dibawah terik matahari.

“Selaku wakil rakyat saya memiliki beban moral melihat kondisi buruh yang juga masyarakat Aceh Tamiang sampai melakukan aksi seperti itu. Ini juga menyangkut rasa kemanusian,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur LSM Gadjah Puteh, Said Zahirsyah Almahdaly yang diberi kuasa oleh F-SPPP-SPSI Aceh Tamiang, kepada Penanegeri.com mengatakan, aksi yang dilakukan karyawan dan tenaga BHL itu merupakan bentuk solidaritas para buruh dalam menyelesaikan pelanggaran dan kejahatan tanaga kerja yang dilakukan PT Seumadam.

Baca Juga  Terpilih Menjadi Bupati Aceh Tamiang, Mursil-Insyafudin di Tepung Tawari

Menduduki gedung DPRK ini merupakan lanjutan dari aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Aceh Tamiang, pada 27 Agustus lalu.

“Ini adalah bentuk protes buruh, akibat managemen PT Seumadam tidak arif dan bijaksana dalam menyelesaikan persolan perburuhan,” tandasnya.

Dalam rapat dengan pihak perusahaan yang difasilitasi DPRK Aceh Tamiang sore ini pihaknya akan mendesak pemerintah daerah untuk dapat mengintervensi perusahaan agar para buruh bisa dipekerjakan kembali.

Komentar

Berita Terbaru