oleh

Kasubdit Cyber Crime : “Jangan coba-coba sebar Tulisan Hoax!”

PENANEGERI, Techno – Di tengah wabah Covid – 19 mengepung dunia, Kapolda Sulawesi Barat (Sulbar) melalui Bidang Cyber Crime Polda Sulbar, mengajak masyarakat Provinsi Sulbar untuk mengenal lebih dekat ciri-ciri hoaks dan penyebar kabar bohong serta ujaran kebencian.

”Jangan coba-coba sebar tulisan yang berbau hoax dan berbau provokasi di dunia maya, jika anda tidak ingin diburu tim Cyber Crime Polda Sulbar,” tegas Kasubdit Cyber Crime Polda Sulbar, Kompol Agung Budi Laksono.

Kompol Agung pun menunjukkan dan mengenali ciri-ciri hoaks guna menghindari konsekuensi hukum yang berlaku bagi penyebar maupun yang hanya sekedar membagikan berita berita, baik baik media dalam jaringan ( Daring ), Medsos seperti facebook, Instagram dan Twiter.

Selain itu kata Kompol Agung, meminta kepada masyarakat untuk tidak ikut menyebarkan informasi yang diterima di media sosial, karena biasanya informasi tersebut seringkali mengajak dengan menggunakan bahasa-bahasa yang dapat menimbulkan kebencian maupun amarah serta berita yang tidak sesuai fakta.

“Ciri-ciri hoaks kalau saat kita terima atau membaca berita yang dapat membuat kita membenci orang lain atau kelompok tertentu, sehingga mereka menciptakan adanya kebencian, kekhawatiran dan permusuhan dan juga berita musim wabah Covid’19, ” jelas Kompol Agung.

Misalnya kata Kompol Agung, salah satu pesan teks yang biasanya dijumpai misalnya dengan mengatakan, ‘Mamuju ini bisa hancur!’ hal ini hingga muncul ketakutan dari masyarakat, bahkan dapat menciptakan permusuhan.

“Biasanya juga diminta untuk memviralkan dengan kata-kata ‘minta diviralkan, minta disebarkan, jangan berhenti disini kalau berhenti disini tidak masuk surga dan kalau anda mengirim dapat pahala berlipat dalam sekejap’ itu justru ciri-ciri hoaks yang seharusnya jangan sampai disebarkan lebih luas lagi oleh masyarakat Sulbar khususnya Mamuju,” beber Kompol Agung.

Kompol Agung mengingatkan bahwa ancaman bagi penyebar dan yang ikut membagikan tentu harus berhadapan dengan hukum, sebagaimana yang diterapkan melalui Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE

“Kalau masyarakat atau siapapun yang mendapatkan pesan yang dia sendiri tidak yakin kebenaran pesan itu, tidak tahu benar atau tidak lalu kemudian membagikan, maka dia harus mengambil tanggungjawab sendiri tentang kebenaran itu. Jadi kalau pesan itu sudah dibagikan tapi ternyata isinya menghina atau mencemarkan nama baik orang lain dan atau membuat kecemasan serta keresahan, maka orang yang ikut membagikan saja juga ada konsekuensi hukumnya dan kami akan lakukan penindakan Tegas sesuai Undang – undfang berlaku,” tegas Kompol Agung.

”Dan kami juga Berpesan berbuatlah yang bijak dalam melakukan dan mengunakan Medsos jangan posting yang menakut nakuti masyarakat dan apalagi sebentar lagi Sulbar secara serentak akan melaksanakan Pilkada serentaka,” lanjutnya.

Seperti diketahui, berdasarkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 28 ayat 2 yang berbunyi setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan / atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) dapat dijerat dengan hukum pidana.

“Karena memang Undang-Undang ITE itu yang dilarang adalah yang mendistribusikan, yang membuat dapat diaksesnya informasi. Jadi justru kalau mau Indonesia baik maupun untuk diri sendiri, jangan ikut membagikan kalau kita sendiri tidak yakin kebenaran informasi itu,” tegas Kompol Agung Budi Leksono dengan bijak. (Red/Is)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *