oleh

Kasum TNI : Berikan Penjelasan kepada Masyarakat agar Tidak Terprovokasi

PENANEGERI, Manokwari – Tugas kita semua adalah bagaimana meredam permasalahan yang ada. Hari ini, kedatangan teman-teman dari Kostrad bertujuan untuk membantu aparat keamanan di wilayah. Sehubungan dengan itu, Kodim diharapkan memberikan informasi yang akurat tentang perkembangan situasi yang ada kepada satuan-satuan yang baru datang tersebut.

Hal ini disampaikan Kepala Staf Umum (Kasum) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Letjen TNI Joni Supriyanto, dihadapan pasukan Kostrad yang baru didatangkan ke Kota Manokwari, guna memperkuat aparat keamanan di daerah dalam menghadapi dinamika situasi pasca unjuk rasa dan kerusuhan di Kota Manokwari beberapa hari lalu.

Kasum TNI dan rombongan melaksanakan kunjungan kerja dan tiba di Kota Manokwari, Papua Barat, pada Rabu (21/8/2019).

Dari Bandara Rendani, Manokwari, Kasum TNI yang didampingi Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau beserta para pejabat Kodam XVIII/Kasuari, langsung menuju ke Makodim 1801/Manokwari untuk menemui sekaligus memberikan arahan singkat kepada para prajurit dari satuan Artileri Medan (Armed) Kostrad yang didatangkan dari Bogor, Jawa Barat dan personel Kodim Manokwari.

Pada kesempatan itu, Kasum TNI Letjen TNI Joni Supriyanto juga berharap agar permasalahan di Papua Barat, khususnya di Kota Manokwari cepat selesai.

Di antaranya melalui keberadaan para Prajurit TNI yang didatangkan dari luar Papua untuk membantu pengamanan wilayah sekaligus memberikan penjelasan dan menghimbau warga masyarakat, agar tidak mudah diadudomba oleh berita-berita provokatif, yang sengaja disebarluaskan untuk memecah belah kerukunan dan persatuan warga masyarakat Papua.

“Saya berharap kita mampu memberikan penjelasan kepada seluruh masyarakat Manokwari, agar tidak permasalahan tidak meluas, tidak mudah terprovokasi berita-berita yg tidak baik dampaknya dan merugikan kita semua,” harapnya.

Kasum TNI menilai, kejadian di Manokwari telah ditangani dengan baik sehingga kerusuhan dapat dengan cepat diredam, diantaranya karena aparat keamanan (TNI-Polri) telah melibatkan seluruh komponen masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, yang bersatu padu untuk melakukan pencegahan terhadap kemungkinan-kemungkinan negatif yang bakal terjadi.

Kasum TNI juga berpesan agar para prajurit Kostrad ini tidak mudah terprovokasi berita-berita hoaks yang beredar dan segera berinteraksi dengan lingkungan penugasan.

“Jangan mudah terprovokasi dengan berita-berita hoaks yang beredar dan segera berinteraksi dengan budaya-budaya yang ada di papua,” pesannya.

“Segera cari masukan atau informasi sebanyak mungkin tentang perkembangan yang ada ini, termasuk adat istiadat masyarakat Papua. Jangan sampai kita menimbulkan dampak terhadap situasi ini,” tambah Kasum TNI Letjen TNI Joni Supriyanto.

Dari Makodim 1801/Manokwari, Kasum TNI dan rombongan menuju ke Makodam XVIII/Kasuari. Dalam perjalanannya, singgah untuk melihat kondisi bangunan yang rusak akibat dibakar massa pada unjuk rasa yang berakhir rusuh pada Senin (19/8/2019) lalu.

Selanjutnya rombongan Kasum TNI yang didampingi Pangdam XVIII/Kasuari melanjutkan kunjungan kerja ke Kota Sorong. (Pen/Red)

Komentar

Berita Terbaru