oleh

Kasus Calo PNS di Banda Aceh, Polisi: Korban Berjumlah 9 Orang dengan Kerugian Rp 445 Juta

PENANEGERI, Banda Aceh – Dit Reskrimum Polda Aceh hingga kini masih menangani kasus penipuan calo PNS yang dilakukan oleh salah satu oknum PNS di Kesbangpol Banda Aceh yakni IY (36) warga Ulee Kareng, Banda Aceh.

“Masih dalam proses dan kita percepat,” ujar Dir Reskrimum Polda Aceh, Kombes Pol Agus Sarjito saat dikonfirmasi mengenai perkembangan kasus itu, Kamis (28/3).

Hingga kini pihaknya menerima tiga laporan atas kasus itu. Ketiga laporan dibuat oleh sembilan orang korban yang ditipu pelaku dan telah menyerahkan uang dengan jumlahnya bervariasi yang mencapai ratusan juta.

“Jumlah laporan yang kita terima ada 3, jumlah korbannya 9 orang. Untuk penambahan tersangka belum ada,” jelas mantan Dir Resnarkoba Polda Aceh ini.

Kesembilan korban terdiri dari honorer dan pegawai kontrak di sejumlah instansi pemerintahan, termasuk para pelajar dan mahasiswa.

“Kerugian korban untuk saat ini berjumlah Rp 445 juta,” sebutnya.

Pihaknya terus melakukan pendalaman lebih lanjut terhadap kasus penipuan yang bermodus dapat mengangkat pegawai honorer menjadi PNS tersebut.

Baca Juga  Pohon Tumbang, Bagian Belakang Rumah Warga Bireuen Ambruk

Diberitakan sebelumnya, IY ditangkap karena melakukan penipuan dan penggelapan dengan menjadi seorang calo PNS pada 5 Maret lalu dan telah ditahan sejak 6 Maret lalu setelah dilaporkan oleh korbannya.

Saat itu, ada tiga orang korban yang melapor yang merupakan pegawai kontrak dan honorer di salah satu instansi yakni Darnelly (29), Fitri (29) dan Maria Ulfa (29). Ketiganya merupakan warga Kecamatan Peukan Bada, Lhoknga dan Darul Imarah, Aceh Besar.

Saat itu, IY menjanjikan para korbannya yang berstatus sebagai pegawai kontrak dan honorer dapat diangkat menjadi PNS. Kepada korban ia meminta sejumlah uang pelicin yang saat itu bernilai total Rp 86 juta. Namun yang dijanjikan tak pernah terwujud.

“Berdasarkan pengakuan pelaku, uang yang diberikan ketiga korban itu digunakan untuk mengembalikan uang para korbannya yang lain yang mengalami hal sama,” kata Direktur beberapa waktu lalu.

Komentar

Berita Terbaru