oleh

Kasus Curas di Banda Aceh, Polisi Tangkap Pelaku di Medan dan Penadah di Sabang

PENANEGERI, Banda Aceh – Personel Sat Reskrim Polresta Banda Aceh akhirnya menangkap pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) yang beraksi di kawasan Jalan Tepi Kali, tepatnya di Wisma WTC, Gampong Baru, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, Senin (10/1/2018) silam.

Pelaku yang melukai seorang wanita paruh baya ini ditangkap di kawasan Kelurahan Deli Tua, Kecamatan Deli Serdang, Medan, Sumatera Utara, Sabtu (19/1/2019) lalu setelah tim opsnal Jatanras Polresta Banda Aceh melakukan serangkaian penyelidikan.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kasat Reskrim, AKP M Taufiq mengungkapkan, pelaku berinisial MV (23) wiraswasta, warga Gampong Lamteumen Timur, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh. Sementara korban yakni Sundari (48), IRT yang tinggal di kawasan jalan tepi kali.

“Pelaku berpura-pura meminta kerja kepada korban, namun saat korban selesai shalat pelaku mengambil handphone milik korban dan memukul korban menggunakan kunci Inggris sehingga korban tersungkur bersimbah darah di rumahnya, pelaku pun kabur,” ujarnya Rabu (23/1).

Aksi kejahatan ini pun diketahui oleh anak korban bernama T Zaldiansyah (22) yang awalnya berada di dalam kamar. Mengetahui hal itu, Zaldi langsung keluar dan melihat ibunya telah tertidur di lantai rumah dalam keadaan kepala yang berdarah.

Baca Juga  Jalan Elak Bireuen Penuh Lubang dan Mengancam Keselamatan Pelintas

“Keluarga korban kemudian langsung membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan dan kemudian membuat laporan ke SPKT Polresta Banda Aceh,” jelas Kasat.

Setelah melakukan penyelidikan atas kasus itu, diketahui bahwa tersangka MV berada di Medan, Sumatera Utara. Tim opsnal Jatanras Polresta Banda Aceh yang dipimpin Ipda Krisna Nanda kemudian langsung menuju ke lokasi yang dimaksud untuk menangkap pelaku.

“Pelaku pun akhirnya kita tangkap di Jalan Jamin Ginting, Deli Tua, Medan di sebuah warung makan nasi pecel lele. Saat diinterogasi, ia mengakui perbuatannya dan mengatakan bahwa handphone mereka Samsung J5 milik korban telah dijual ke Sabang,” ungkapnya.

Tim kemudian melakukan pengembangan ke Sabang, Senin (21/1) kemarin dan menangkap seorang penadah berinisial RS (33) warga Kecamatan Suka Karya, Sabang. RS mengaku, handphone itu sebelumnya diserahkan tersangka MV kepada penadah lainnya yang berinisial AM (24) yang juga warga Kecamatan Suka Karya, Sabang.

“Kedua penadah ini beserta pelaku utama pun kita amankan dan bawa kembali ke Banda Aceh untuk diproses lebih lanjut. Atas perbuatannya, tersangka MV dijerat Pasal 365 KUHP dan dua penadah dijerat Pasal 480 KUHP dengan ancaman di atas 5 tahun penjara,” pungkas AKP M Taufiq.

Komentar

Berita Terbaru