oleh

Kasus Kepala Bappeda Langsa Diselesaikan Melalui Mediasi Adat

-Aceh-1.476 views

PENANEGERI, Langsa – Kasus Kepala Bappeda Langsa, T.SF (52) yang dimandikan air parit bersama istri sirinya, DK (29) diselesaikan melalui mediasi adat, Senin (30/7) di Kantor Dinas Syariat Islam Kota Langsa.

Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa Drs H Ibrahim Latif, MM, kepada Penanegeri.com, Senin (30/7) menuturkan, sebenarnya dalam kasus tersebut ada terjadi kesalahpahaman antara masyarakat dengan Kepala Bappeda T.SF dan istri sirinya DK (29).

“Kalau memang itu istri mudanya, kenapa harus dibawa ke gudang dan kenapa harus sembunyi-sembunyi dan mengapa ketika ditanya harus berbelit berbelit serta harus menyembunyikan identitasnya,” ujar Ibrahim Latif mengutip keterangan masyarakat.

Kata Ibrahim, dalam rapat mediasi itu, warga menyatakan, bahwa ketika massa sudah banyak dan marah baru ditunjukkan buku nikah siri, itupun buku nikah yang ditunjukkan berbentuk foto copy dan keabsahannya sangat dicurigakan. Sehingga, terjadilah kemarahan massa dan memandikan keduanya dengan air parit.

Dalam rapat yang difasilitasi dan berlangsung di Dinas Syariat Islam disepakati, karena keduanya telah menikah siri maka kasus tersebut diselesaikan secara mediasi adat sesuai dengan dasar Qanun Aceh Nomor : 9 Tahun 2008 yaitu tentang penyelesaian perkara secara adat saling memaafkan dan tidak saling menuntut.

Sementara, terkait T.SF yang berstatus ASN tapi telah menikah siri, maka hukumannya diserahkan kepada Walikota Langsa.

Rapat mediasi itu dipimpin Kadis Syariat Islam Kota Langsa Drs H Ibrahim Latif, MM dan pihak T.SF, DK, Geuchik Baroh Langsa Lama, Geuchik Geudubang Jawa dan Geuchik Paya Bujuk Seuleumak sebagai tempat terjadi perkara.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 komentar