oleh

Kasus Money Politik Caleg Golkar di Pulo Naleung Bireuen Dihentikan

PENANEGERI, Bireuen – Kasus dugaan praktik money politik (politik uang) yang melibatkan caleg DPRK Bireuen dari Partai Golkar, di Desa Pulo Naleung, Kecamatan Peusangan, Bireuen akhirnya dihentikan.

Dihentikannya kasus tersebut, karen alasan tidak terpenuhi unsur formil dan materil, apalagi saksi kunci kasus ini tidak diketahui  keberadaanya lagi.

Koordinator Divisi Hukum, Penanganan Pelanggaran dan Sengketa Panwaslih Kabupaten Bireuen, Desi Safnita kepada wartawan, Rabu (2/4) menjelaskan, sesuai laporan dengan register nomor 10/LP/PL7/KAB/01.18/IV/2019, tanggal 16 April 2019.

“Maka dinyatakan dihentikan, ini sesuai hasil pembahasan I Gakkumdu karena tidak memenuhi unsur,” jelasnya.

Diakui Desi Safnita, berdasarkan penyelidikan oleh Gakkumdu, serta klarifikasi terhadap delapan dari 13 saksi yang bersedia. Maka disimpulkan bahwa tidak dapat ditindaklanjuti karena selain formil dan materil yang masih kurang.

Dalam hal ini pihak Gakkumdu juga menilai alat bukti berupa keterangan saksi, keterangan ahli serta petunjuk belum terpenuhi.

“Sejauh ini hanya keterangan saksi saja yang kami dapatkan, sebagai alat bukti dugaan pelanggaran pemilu ini. Pada pembahasan I Gakkumdu berpendapat menghentikan dugaan pelanggaran ini,” terangnya.

Baca Juga  Sebelum Ditetapkan Tersangka, Begini Aksi Rat Merampas Kalung di Jeumpa Bireuen 

Diberitakan sebelumnya, warga Desa Pulo Naleung, Peusangan, Bireuen berhasil mengungkap kasus money politik yang melibatkan seorang ibu rumah tangga berinisial NH, karena membagi-bagi uang kepada masyarakat, agar memilih caleg Partai Golkar Dapil 2 bernama Juniadi.

Komentar

Berita Terbaru