oleh

Kasus Perusakan Surat Suara di TPS 12 Blang Pase Disidang

-Aceh-211 views

PENANEGERI, Langsa – Pengadilan Negeri Langsa, mulai melakukan sidang kasus perusakan kertas surat suara di TPS 12 di Gampong Paya Bujuk Blang Pase, Kecamatan Langsa Kota, dengan terdakwa anggota Linmas, M Salim Harun, Senin (13/5) di Pengadilan Negeri setempat.

Sidang yang dipimpin Hakim Ketua Dr Nurnaningsih Amriani, SH, MH, Hakim Anggota Muhammad Dede Idham, SH dan Ryki Rahman Sigalingging, SH, MH, dengan agenda pembacaan surat dakwaan dan pemeriksaan saksi-saksi serta dilanjut ke pemeriksaan terdakwa.

Humas Pengadilan Negeri (PN) Langsa, Kurniawan, SH kepada Penanegeri.com, Senin (13/5) menuturkan, dalam dakwaannya, terdakwa M Salim Harun tanggal 18 April 2019 sekira pukul 02.00 WIB, bertempat di Gampong Paya Bujuk Blang Pase, Kecamatan Langsa Kota, tepatnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 12 dengan sengaja melakukan perbuatan yang menyebabkan surat suara seorang pemilih menjadi tidak bernilai atau menyebabkan peserta pemilu tertentu mendapatkan tambahan suara atau perolehan peserta pemilu menjadi berkurang.

Perbuatan terdakwa dilakukan, berawal pada Rabu (17/4) pukul 05.00 WIB, Kepala Lorong Dusun Sehati Gampong Paya Bujok Blang Pase Kecamatan Langsa Kota, Misbahhudin, memerintahkan terdakwa untuk berkumpul di kantor Geuchik Gampong Paya Bujok Blang Pase Kecamatan Langsa Kota untuk membawa sejumlah kotak suara menuju TPS-12 dengan pengawalan beberapa anggota Polres Langsa yang mana kotak suara tersebut di dalamnya berisikan peralatan dan perlengkapan kegiatan dalam rangka pemilihan umum tahun 2019.

Baca Juga  Kulit Sapi Meugang Laku Keras di Bireuen, Jelang Sore Harga Daging Rp 140 ribu

Kemudian, sekira pukul 13.00 WIB, terdakwa pulang ke rumahnya di Jalan Nahrisah Lingkungan Sehati Gampong Paya Bujok Blang Paseh Kecamatan Langsa Kota untuk beristirahat makan siang. Pada saat tersebut terdakwa ada mengambil bekas gantungan kunci yang berbentuk ring cincin yang ujungnya telah diruncingkan oleh terdakwa dan kemudian kawat gantungan kunci tesebut digunakan terdakwa sebagai alat untuk merusak kertas surat suara di lokasi TPS 12.

Adapun terdakwa melakukan perbuatannya merusak kertas surat suara tersebut dengan cara awalnya terdakwa diminta oleh Ketua kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) TPS-12 Sdr T Habil Laksamana untuk memindahkan kotak surat suara Pemilu tahun 2019 ke meja pencoblosan dengan didampingi oleh Ketua dan anggota KPPS.

Selanjutnya terdakwa membawa satu persatu kotak surat suara tersebut ke meja perhitungan suara berdasarkan judul kotak surat suara dimaksud. Setelah kotak surat suara berada di meja penghitungan suara, Habil Laksamana selaku Ketua KPPS TPS-12 disaksikan oleh saksi dari seluruh partai, langsung membuka segel kotak surat suara dengan menggunakan gunting yang sebelumnya telah dipersiapkan panitia dan selanjutnya T Habil Laksamana kembali menuju ke meja panitia.

Baca Juga  Penumpang Penerbangan Domestik di Bandara internasional SIM Menurun Sejak Januari

Sedangkan terdakwa langsung mengeluarkan isi kotak surat suara ke meja penghitungan dan pada saat penghitungan surat suara berlangsung terdakwa ada melakukan pengrusakan terhadap surat suara yang sebelumnya telah dicoblos atau ditusuk oleh pemilih di lokasi TPS 12.

Adapun surat suara yang berhasil dirusak oleh terdakwa sebanyak 9 lembar kertas surat suara Pemilihan Calon Legislatif DPRK, yang mana dari 9 Iembar surat suara tersebut ada 5 lembar kertas surat suara yang terhitung rusak dan 4 lembar kertas surat suara yang terhitung sah dan terdakwa melakukan pengrusakan kertas surat surat tersebut dengan cara terdakwa menggunakan kawat yang sebelumnya dimasukkan ke dalam jari tengah sebelah kanan terdakwa.

Kemudian terdakwa merusak surat suara dengan mencoblos t menusuk surat suara yang sudah dicoblos oleh masyarakat dari salah satu partai agar surat suara tersebut tidak sah, rusak atau beralih menjadi tambahan suara ke partai yang lainnya.

Adapun perbuatan terdakwa tersebut kemudian diketahui langsung oleh saksi Hanif Hadisal yang sebelumnya merasa curiga dengan gerak gerik terdakwa dan kemudian saksi melihat langsung perbuatan terdakwa merusak surat suara yang sebelumnya sudah dicoblos oleh masyarakat dan selanjutnya pada saat interogasi terdakwa mengaku melakukan pengrusakan surat suara yang sebelumnya telah dicoblos masyarakat bertujuan untuk memenangkan salah satu calon anggota legislatif dengan nomor urut 1 atas nama Ir HT Hidayat dari Partai Golongan Karya.

Baca Juga  Bawa Senpi Rakitan, Polres Lhokseumawe Amankan Dua Warga 

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 532 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemiihan Umum,” ungkapnya.

“Sidang akan dilanjutkan hari ini, Selasa (14/5) dengan agenda pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum,” pungkasnya.

Komentar

Berita Terbaru