oleh

Kebakaran Besar di Pasar Atas Bukittinggi

PENANEGERI, Bukittinggi – Kebakaran hebat terjadi di Pasar Atas atau Pasa Ateh Bukittinggi, Sumatera Barat, Senin (30/10) sekitar pukul 06.00 WIB pagi.

Diperkirakan sebanyak 800 hingga 1000 petak kios pedagang di pusat pertokoan Pasar Atas Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, dikhawatirkan habis terbakar dalam peristiwa kebakaran yang terjadi Senin (30/10) pagi ini.

Lokasi Pasar Atas Bukittinggi yang terbakar ada di bagian belakang pasar, serta belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran.

Ketika kebakaran besar ini terjadi suasana cukup heboh, sedangkan ratusan orang berkumpul melihat petugas damkar (pamadam kebakaran) memadamkan api.

Api telah menghanguskan sejumlah kios di lantai 2 dan lantai 3 pasar terbesar di Bukittinggi tersebut

Sementara dalam upaya pemadaman kebakaran, sebanyak 20 mobil Damkar dari sembilan kota dan kabupaten di Sumbar turut membantu pemadaman api didukung 100 lebih personel.

Menurut laporan warga yang berada di lokasi kejadian api yang berawal di blok C Pasar Atas mulai  merambat ke Blok A dan B, melihat api menjalar secara cepat,maka diperkirakan tidak ada petak toko yang akan tersisa, alias ludes terbakar, “lantai atas sudah terbakar semua.” ujar saksi mata.

Sedangkan mobil damkar dikerahkan berdatangan dari Payakumbuh, Lima Puluh Kota, Padang Panjang serta Tanah Datar dan juga berdatangan dari daerah lain seperi Solok, Padang dan lainnya.

Seorang pemilik di lantai dasar mengatakan barang dagangannya tidak satupun yang selamat, karena waktu terjadi kebakaran toko belum buka.

Berapa saksi mata mengatakan diperkirakan kebakaran terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Masyarakat tiba-tiba dikejutkan asap hitam muncul ke udara setelah itu terlihat api menyala membakar kios-kios yang ada.

Wali Kota Bukittingi, M Ramlan Nurmatias, mengatakan bahwa ratusan kios yang habis terbakar itu terdiri dari kios pakaian, sepatu dan konveksi.

Ia menyampaikan data ini berdasarkan penghitungan petugas di lapangan, dan juga jumlah kios yang ada di gedung yang terbakar. Para pedagang diharapkan bersabar karena pemerintah setempat segera menyediakan lokasi penampungan untuk tempat berdagang sementara.

“Nanti siang kami rapat dulu dengan semua perangkat daerah untuk mencari solusi,” katanya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar