oleh

Keceriaan Bocah di Bireuen Ini Harus Terkubur Akibat Gizi Buruk

PENANEGERI, Bireuen – Tubuhnya kurus kering sekilas terlihat badannya terbalut tulang. Bocah kecil ini hanya terbaring disehelai tikar pandan dan Ia harus mengubur keceriaannya.

Reza Hakiki (6) ini tidak seberuntung kebanyakan anak seusianya. Ia hanya bisa terbaring lemas dan sesekali ia tidur diayunan setelah mengalami penyakit komplikasi yang dideritanya.

Buah hati pasangan Hamli (28) dan Juniati (27) warga Desa Bada Timu, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen kini mengidap penyakit yang tidak biasa.

Setelah Ia mengalami lumpuh layu dikala umur sembilan bulan, Reza Hakiki kembali harus menerima kenyataan pahit,  dan diduga Ia mendera penyakit gizi buruk.

Anak pertama dari dua bersaudara itu diduga kurang mendapat perhatian dari instansi terkait, mulai dari Bidan Desa, Pukesmas hingga Dinas Kesehatan Bireuen. Buktinya Reza Hakiki tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai, sehingga ia harus mengalami gizi buruk.

Tentu kondisi yang dialami Reza Hakiki, anak dari warga miskin dikawasan pesisir Jangka, Bireuen bertolak belakang dengan gencarnya sosialisasi kesehatan yang digagas Dinkes Bireuen selama ini.

Lalu, pantaskah Kabupaten Bireuen menerima penghargaan sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) dari pemerintah pusat dengan kategori Pratama dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI. Sementara sebagian anak-anak di Kabupaten Bireuen masih terabaikan, contohnya Reza Hakiki.

Baca Juga  Polres Bireuen Libatkan Santri Ceramahi Pelanggar Lalulintas

Juniati saat mengisahkan kondisi Reza Hakiki kepada Penanegeri.com dikediamannya, Kamis (22/8) menyebutkan, awalnya kondisi anaknya, sangat normal bahkan Ia sudah mulai berncanda saat dipapah dan digendongnya.

Memasuki umur sembilan bulan lebih, Reza Hakiki mulai mengalami perubahan ditubuhnya, kendati setiap saat Juniati ikut membawa anaknya ke Posyandu di desanya.

Beranjak dari umur itu, Reza Hakiki kembali harus menerima kneuyatan paihit, dan diduga ia mengalami gizi buru.

“Dulu saat berusia sembilan bulan, kondisi badannya sangat sehat, gemuk dan suka bercanda. Tapi seiring waktu kondisi badannya berubah, badannya mulai kurus kering,” ungkap Juniati seraya meneteskan air mata.

Disinggung tentang peran Bidan Desa maupun Pukesemas di kecamatan itu, Juniati tertunduk dan terasa takut mengungkap yang dialami dengan sebenarnya.

“Dulu pernah datang bidan desa, saat kondisi Reza Hakiki masih normal dan kala itu Ia belum bisa berbicara dengan normal, tetapi Ia sudah suka tertawa riang,” katanya.

Memasuki Tahun 2018, tambah Juniati, anaknya itu mulai terlihat ada gejala perubahan dari tubuhnya. Namun Ia pasrah, apalagi Juniati tak memiliki biaya lebih, kendati Ia tahu biaya pengobatan di rumah sakit itu gratis.

Baca Juga  Kami Peduli Bireuen Kembali Gelar Lomba Potret Kemiskinan Bireuen ke-3

Kala itu, pihak Bidan dari Puskesmas Jangka juga sempat meminta agar anaknya dibawa ke rumah sakit, namun untuk berobat ke rumah sakit orang tua Reza Hakiki mengeluh, alasan tak memiliki biaya lebih, sementara Hamli, ayah Reza Hakiki merupakan seorang tukang bangunan di desanya.

Terakhir, lanjut Juniati, Ia nekat membawa anaknya ke rumah sakit dengan menyewa becak, dengan didampingi bidan desa, sementara bidan desa tersebut hanya menunggu di rumah sakit, bukan mendampingi Reza Hakiki kala itu.

Keganjilan lain juga terungkap, pihak Pukesmas yang seharusnya ikut berperan terhadap kondisi penyakit anak ini, malah tidak tidak tahu, terlebih Bidan desa ikut menutupi penyakit yang diderita Reza Hakiki.

Buktinya, selama ini Bidan Desa tidak mengetahui kondisi terkini yang dialami Reza Hakiki. Bahkan baru tiga hari yang laku, Bidan Desa melalui Pukesmas Jangka mengantar susu dan kacang hijau untuk sarapan gizi bagi Reza Hakiki.

Usaha yang dilakukan terlalu dan sangat terlambat, meskinya saat kondisi Reza Hakiki mengalami lumpuh layu sebelum fatal hingga kini mengalami gizi buruk, Pukesmas dan Bidan Desa harus terus mendatangi bocah kecil ini, hingga Ia dirujuk ke rumah sakit umum.

Baca Juga  Pra TMMD, TNI Bangun Rumah Warga Miskin di Makmur Bireuen

“Baru tiga hari ini Bidan Desa menyerahkan susu kotak, itupun setelah seorang warga memposting foto Raza Hakiki melalui media sosial Akun Facebook,” ujar Juniati seraya menunjuk tangannya ke arah kotak susu yang masih tersusun di atas lemari hias rumah kecilnya.

Terakhir, postingan foto kondisi Reza Hakiki, di media sosial disahuti oleh Kami Peduli Bireuen (KPB), komunitas yang selama ini telah banyak ikut membantu warga miskin, baik merehab rumah kaum duafa serta menfasilitasi pengobatan warga kurang mampu.

Atas inisiatif Kami Peduli Bireuen, akhirnya Reza Hakiki didampingi orangtuanya memboyong Reza Hakiki ke rumah sakit umum daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen guna menjalani pengobatan.

Komentar

Berita Terbaru