oleh

Kegiatan Mediasi antara Suku Kokoda dan Tanimbar Berlangsung dengan Musyawarah dan Damai

PENANEGERI, Sorong – Pada hari Selasa tanggal 21 Januari 2020, pukul 15.30 WIT hingga pukul 16.30 WIT di kantor Polsek Sorong Barat Jl. Sam Ratulangi, Kelurahan Kampung Baru, Distrik Sorong Barat telah berlangsung kegiatan mediasi antara Suku Kokoda dan Suku Tanimbar yang dihadiri sejumlah 12 orang tokoh masyarakat, keluarga korban dan keluarga pelaku dari kedua suku yang bertikai.

Mediasi ini berlangsung secara musyawarah dan damai untuk mencegah kerusuhan antar suku.

Beberapa tokoh masyarakat yang hadir diantaranya adalah : Idris Wugaje selaku Kepala Suku Kokoda, kemudian Esau Gogoba Ketua LMA suku Kokoda, Ertus Nusatjasi ketua ikatan Keluarga suku Tanimbar, Jon Lololuan wakil ketua ikatan Keluarga duan lolat, Ongen Saruning Ketua Pemuda Tanimbar dan Rahim Gogoba Tokoh masyarakat Kokoda.

Dalam penyampaian pesannya dari perwakilan masing-masing tokoh, Ongen Saruning Ketua Pemuda Tanimbar mengatakan sempat ada isu yang beredar di masyarakat tentang akan adanya penyerangan antar suku-suku yang ada. Namun hal itu tidaklah benar.

Ditegaskannya, warga masyarakat jangan ada yang terpancing dengan isu adanya penyerangan antar suku, hal itu tidak benar, karena itu semua tidak benar dan hanya isu yang tidak benar adanya.

“Kami berkumpul disini untuk memastikan keamanan untuk wilayah Rufei pantai dan penyelesaian masalah pemukulan yang terjadi terhadap warga kami,” ujarnya.

 

Sedangkan Jon Lololuan wakil ketua ikatan Keluarga duan lolat menyatakan “Kami minta pertanggung jawaban dari Suku Kokoda untuk mengobati korban saya minta uang sebesar 5 juta rupiah sebagai uang pengobatan sampai sembuh,” tegasnya.

Sedangkan penyampaian dari Idris Wugaje Kepala Suku Kokoda menyatakan, “Kami menginginkan kejadian ini diselesaikan dengan kekeluargaan. Saya meminta nanti korban akan kami bina secara adat.Selain biaya pengobatan kami akan menyiapkan Piring adat sebagai lambang perdamaian,” tutupnya dengan bijak.

Kegiatan mediasi antara tokoh masyarakat suku Kokoda dan Tanimbar adalah untuk mendamaikan peristiwa perusakan dan pemukulan terhadap Erens Loder yang diduga dilakukan oleh 4 orang masyarakat Kokoda agar tidak berkepanjangan dan membesar menjadi kerusuhan antar suku.

Kegiatan mediasi ini berjalan damai serta penuh semangat kedamaian dan musyawarah antar warga masyarakat yang ada untuk menyelesaikan masalah.

(Reportase oleh : Wawan, kontributor redaksi di Papua)

 

Komentar

Berita Terbaru