oleh

Kejaksaan Bireuen Musnahkan Barang Bukti Sabu dan Ganja

PENANEGERI, Bireuen – Kejaksaan Negeri Bireuen melakukan pemusnahan barang bukti sabu- sabu dan ganja kering pasca putusan Pengadilan yang sudah menjadi hukum tetap dan telah inkrah periode Januari-Juni 2019, Rabu (17/6).

Permusnahan barang bukti itu berlangsung, di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Bireuen, dan ikut dihadiri Bupati Bireuen, H Saifannur  S.Sos, Kodim 0111/Bireuen, Letnan Kolonel Inf Amrul Huda SE, MM, M.Sc, Kadinkes Bireuen, dr Amir Addani serta Ketua MPU Bireuen, Drs H Jamaluddin Idris.

Barang bukti sabu-sabu yang dilakukan permusnahan seberat 2000 gram, sementara ganja yang dibakar itu sebanyak 31,07 kilogram termasuk timbangan digital 2 unit, dan 30 unit Handpone.

Kepala Kejaksaan Negeri Bireuen M Junaedi kepada Penanegeri.com usai permusnahan barang bukti tersebut mengatakan, dilihat dari perkembangan serta ikut persidangan di Pengadilan 100 persen perkara yang terjadi di Bireuen kasus narkoba.

“Saya ikut merasa riskan, Aceh sendiri serambi mekkah, tetapi kondisinya bertolak belakang, sementara peredaran narkoba di Aceh, terutama di Bireuen luar biasa,” katanya.

Baca Juga  Era Digital, SKPK di Bireuen Dibekali Bimtek Kearsipan

Junaedi mengajak seluruh kalangan, terutama generasi muda agar dapat memerangi narkoba, setidaknya menjauh atau menolak ajakan dan bujukan mengunakan narkoba ini.

“Hasil survey, narkoba ini dapat memutuskan mata rantai generasi muda. Anak muda  akan mudah terjurumus dan selanjutnya akan membunuh masa depannya,” terangnya.

Bila sudah kecanduan dan overdosis, tambah Junaedi maka akan mati sia-sia dan dapat menyebabkan berbagai penyakit menular.

“Kita sangat berharap semua kalangan dapat saling menjaga, agar narkoba itu tidak ikut menjurumus kelaurga dan kalangan anak-anak di lingkungannya masing-masing,” harapnya.

Komentar

Berita Terbaru