oleh

Kejari Bireuen Terima Berkas dan 3 Tersangka Dugaan Korupsi Petugas Siaga Bencana

PENANEGERI, Bireuen – Tim penyidik Sat Reskrim Polres Bireuen menyerahkan tiga tersangka bersama barang bukti tahap II, dugaan tindak pidana korupsi penyaluran honorarium petugas siaga bencana gampong melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Bireuen.

Ketiga tersangka dan barang bukti itu diterima Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Bireuen, Saifuddin SH.

Kapolres Bireuen, AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK melalui Kasat Reskrim, Iptu Eko Rendi Oktama SH kepada wartawan, Jumat (8/2) menjelaskan, ketiga tersangka yang kita serahkan itu AH selaku pengguna anggaran, Muz selaku PPTK dan Her selaku Bendahara Pengeluaran.

“Ketiganya diserahkan terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan kewenangan penyaluran honorarium petugas siaga bencana gampong pada BPBD Bireuen dengan anggaran sebesar Rp 730.800.000, bersumber dari APBK Bireuen Tahun Anggaran 2013,” katanya.

Dikatakan Eko Rendi Oktama, berdasarkan hasil audit dari BPKP Perwakilan Aceh ditemukan kerugian keuangan negara sebesar Rp 724 juta.

“Ternyata dana tersebut tidak disalurkan kepada petugas siaga bencana gampong sebanyak 1.218 orang,” terangnya.

Baca Juga  Sesosok Mayat Lelaki di Krueng Barona Jaya Ternyata Warga Meuraxa

Dalam kasus ini, tambah Kasat Reskrim, tersangka AH merupakan Pemegang Anggaran (BA) pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen, sementara tersangka Her sendiri merupakan bendahara pengeluaran, kalau Muz masih PPTK.

Saat itu Kepala BPBD Bireuen,  AH sempat memerintahkan stafnya untuk memalsukan tanda tangan petugas siaga bencana gampong sebanyak 1.218 orang pada daftar nominatif penerima honorarium.

“Tetapi setelah dana tersebut dicairkan, tersangka AH ini hanya menyalurkan dana sebesar Rp 6.800.000 hanya untuk kepada 34 orang petugas siaga bencana gampong,” pungkasnya.

Komentar

Berita Terbaru