oleh

Kejati Aceh Tahan 4 Pelaku Korupsi Pembangunan Jalan di Agara

PENANEGERI, Banda Aceh – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Aceh menerima penyerahan tersangka dan barang bukti dari Polda Aceh atas perkara tindak pidana korupsi pada penggunaan dana pembangunan jalan dua jalur di Kutacane, Aceh Tenggara-batas Sumut.

Kajati Aceh, Irdam melalui Kasi Penkum dan Humas Munawal mengatakan, setelah menerima berkas dan tersangka, pihaknya langsung menahan keempat tersangka.

“Tersangka yang ditahan yakni Direktur PT Gayotama Leopropita IR CA, Direktur PT Multi Bangun Cipta Persada an M dan Direktur PT Jiban Aman Sentosa ST, serta Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan yaitu SM,” ujarnya Kamis (9/5).

Dijelaskan, proyek tersebut merupakan proyek lanjutan 1, lanjutan 2 dan lanjutan 3 yang bersumber dari dana penyesuaian infrastruktur daerah (DPID) dan percepatan pembangunan infrastruktur daerah (dppid) dan ABPA pada tahun anggaran 2011 hingga Tahun Anggaran 2012.

Pembangunan jalan dua jalur itu dikerjakan oleh tiga perusahaan, pertama pembangunan dua jalur Kutacane-batas Sumut, Aceh Tenggara lanjutan dengan nilai kontrak Rp 19,5 miliar sekian yang bersumber dari dana DPID dan dikerjakan oleh PT Gayotama Leopropita dengan direktur IR CA.

Baca Juga  Beda Nama di Dukumen, Berkas Calon Anggota DPRK Bireuen Dikembalikan dari Provinsi

“Hasil audit diketahui kerugian negara sebesar Rp 1,2 miliar,” katanya.

Kemudian, pembangunan jalan dua jalur Kuta Cane – batas Sumut, Aceh Tenggara lanjutan 2 dengan nilai kontrak anggaran Rp 25,8 miliar yang bersumber dari APBA 2011 dan dikerjakan oleh PT Multhi Bangun Cipta Persada dengan direktur sdr M. Nilai kerugian negara timbul sebesar Rp 3,3 miliar.

“Ketiga pembangunan jalan dua jalur Kuta Cane – batas Sumut, Aceh Tenggara lanjutan 3 yang bersumber dari dana percepatan pembangunan infrastruktur daerah (ppid) dengan nilai kontrak Rp 17.8 miliar dan dikerjakan oleh PT Jiban Aman Sentosa dengan direktur sdr S, Kerugian negara sebesar Rp 1.5 miliar,” jelasnya.

Komentar

Berita Terbaru