oleh

Keluhkan Polusi Udara, Warga Lapor ke DPRK

-Pena Berita-90 views

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Pencemaran udara berupa asap disertai pertikulat yang keluar dari cerobong asap pabrik kelapa sawit (PKS) PT Sisirau dikawasan Alur Gantung, Kejuruan Muda, membuat belasan warga Desa Sidodadi, Kecamatan Kejuruan Muda, Aceh Tamiang, Selasa (15/8) mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPRK) Aceh Tamiang di Karang Baru.

Pantauan awak media di Gedung DPRK Aceh Tamiang, dalam pertemuan itu, tidak ada perwakilan dari perusahaan yang datang. Pihak PKS juga dituding tidak peka terhadap kondisi lingkungan disekitar. Warga datang bersama seorang pegawai Puskesmas sekitar pukul 10.30 WIB. Mereka di terima Ketua dan sejumlah anggota Komisi D di dalam ruangan. Kepada dewan Komisi D mereka mengadukan dua poin persoalan yang mendasar yaitu, masalah polusi udara dan menyangkut tenaga kerja dari putra daerah.

“Polusi asapnya semakin parah saat ini, sudah banyak warga yang sakit sesak napas, pokoknya kami sangat resah,” terang Subur perwakilan dari warga Sidodadi kepada wartawan usai bertemu dengan anggota DPRK.

Dikatakannya, kepulan asap PKS Sisirau sudah mencemari udara di tempat mereka tinggal. Meski hal itu sudah berlangsung lama, namun setiap dilaporkan selalu tidak ada tanggapan apapun dari pihak PKS maupun pemerintah setempat. Parahnya lagi, setiap asap pekat keluar disertai abu ketel hasil rebusan TBS dari boiler.

“Biasanya asap hitam berlangsung mulai jam 3 sore sampai magrib. Kalau abu ketel sudah keluar, lengket semua debunya diatap seng rumah kami,” tutue subur yang juga Kepala Dusun Kantil, Desa Sidodadi.

Selain masalah asap, Subur mengeluhkan, pihak perusahaan juga telah mendiskriminasikan tenaga kerja lokal. Pasalnya, anak muda desa setempat yang sudah bekerja lama di pabrik tidak diangkat menjadi karyawan tetap, malah orang luar yang diprioritaskan.

“Tenaga kerja dari kampung kami banyak mengeluh, karena perusahaan mamasukan tenaga kerja dari luar dan langsung jadi karyawan permanen. Sementara tenaga kerja lokal cukup jadi buruh kasar,” tambahnya.

Hal senada juga diutarakan salah seorang warga lainnya, Mukhlis, hingga kini laporan warga mengenai pencemaran udara tidak pernah ditanggapi oleh perusahaan, sehingga warga mengadu kepada wakil rakyat. Banyak warga terserang penyakit ISPA dan sesak diduga karena asap PKS terdekat.

“Warga Sidodadi bisa mati muda menghirup asap beracun terus,” sesalnya.

Iskandar, mantan petugas Puskesmas Sei Liput membenarkan pernah merawat warga Sidodadi dengan keluhan sesak napas. Menurutnya, polusi udara PKS Sisirau sudah tahap mengkhawatirkan bagi kesehatan, sehingga banyak warga yang berobat ke Puskesmas.

Sementara, Ketua Komisi D, Saiful Bahri berjanji akan menindak lanjuti laporan warga Sidodadi tersebut.

“Selesai 17-an, kami akan duduk degan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan memanggil Camat guna mencari tahu keluhan warga selama ini terkait polusi udara. Kami akan bekerja dan berbuat untuk kepentingan warga,” tegasnya.

Dihubungan terpisah, Sekretaris Komisi D, Irma Suryani, M.Kes, menyampaikan, dampak polusi udara asap pabrik jika terus menerus dibiarkan, maka warga akan terkena penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Biasanya, diawali dengan gejala seperti batuk dan sesak napas.

“Bahkan jika sudah parah, bisa terkena penyakit tuberkulosis (TB). Selain itu polusi tersebut bisa menyebabkan asma, iritasi pada mata hingga menyebabkan sakit kepala,” pungkas anggota dewan alumni S2 USU ini.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *