oleh

Kembali ke F1, Sauber Ingin Rekrut 100 Tenaga Kerja Baru

PENANEGERI, Formula 1 – Sauber berencana untuk meningkatkan tenaga kerja timnya berikut pengajuan diri kembali ke Formula 1 pada 2018 mendatang, menurut kepala tim Fred Vasseur.

Vasseur sedang dalam proses merombak tim, setelah diambil alih dari Monisha Kaltenborn, dan mengalihkan perhatiannya ke pemenuhan staf setelah mengamankan mesin spec terbaru dari Ferrari untuk tahun 2018.

Staf tim berbasis Swiss tersebut saat ini berdiri di sekitar 320 orang, salah satu yang terkecil di grid, namun Vasseur berharap dapat meningkatkannya hingga sekitar 100 orang tambahan untuk memperkuat semua departemen, terutama aerodinamika.

“Jumlah tim kami terlalu kecil. Kami harus tumbuh dewasa, kami harus tumbuh di setiap departemen, terutama di sekotr aero. Setidaknya 400 personil tambahan menjadi target,” kata Fred Vasseur, dikutip dari laman f1, Sabtu (16/9).

Vasseur mengisyaratkan perekrutan bisa terjadi dengan cukup cepat dan menggunakan bekas tim Renault, di mana dia menghabiskan waktu satu tahun sebagai pimpinan tim tersebut.

“Ketika saya bergabung dengan Renault tahun lalu, kami berada di posisi 470 dan saya tinggal di posisi 600,” tambahnya.

Tapi dia menekankan bahwa itu bukan hanya kasus untuk meningkatkan jumlah personil, tapi cenderung untuk menemukan orang yang tepat.

“Kami harus membawa orang-orang di tempat yang baik dan dalam posisi yang baik. Jika Anda meningkatkan jumlah orang, Anda harus meningkatkan anggaran tapi itu bukan bagian tersulit dari ini. Anda harus menemukan orang-orang yang tepat, Anda harus mengidentifikasi posisi itu. Untuk mengambil orang yang Anda inginkan dalam hal angka (target perekrutan), itu akan menjadi kasus yang lebih buruk, lebih baik bertahan dengan orang-orang-orang lama,” terang Vasseur.

Secara tradisional, Sauber telah merasa sulit untuk merekrut staf karena basisnya ada di Swiss sementara sebagian besar tim F1 berada di Inggris, namun Vasseur tidak gentar menghadapi tantangan tersebut.

“Ada kelebihan dan kekurangan (berbasis di Swiss). Ketika Anda berada di Inggris, mudah berpindah dari satu tim ke tim lainnya,” lanjutnya.

“Di ujung lain, di semua bidang, kami akan meminta beberapa orang datang dari Jerman untuk menempati beberapa posisi, saya pindah ke Swiss dan saya sangat menghargai langkah itu,” tandas Vasseur.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *