oleh

Kepala BNN RI : Jika Bisa Direhab, Pemakai Narkoba Tak Perlu Dipenjara

PENANEGERI, Bireuen – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Komisaris Jenderal Polisi Drs Heru Winarko SH menyampaikan, apabila ada pengguna narkoba atau pemakai agar terlebih dahulu dilakukan assesment.

“Jika memang bisa direhabilitasi, pemakai narkoba tak perlu dipenjara, karena setelah masuk penjara mereka kembali jadi pengedar narkoba,” ujarnya saat launching Gampong Meunasah Bungo, Kecamatan Peudada, Bireuen sebagai desa Bersih Narkoba (Bersinar), Rabu (10/4).

Selain itu, tambah Heru Winarko, bila ada proses hukum, maka akan menghabiskan anggaran yang cukup besar untuk penuntutan di kejaksaan, juga proses persidangan oleh hakim di pengadilan.

Ia juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bireuen, yang memiliki semangat melakukan program-program pencegahan narkoba.

Kata dia, dengan meminta camat dan kepala desa agar membentuk Satgas Anti Narkoba di gampong-gampong oleh Bupati Bireuen, itu merupakan salah satu upaya memberantas peredaran narkoba.

Sementara itu, Bupati Bireuen, H Saifannur S.Sos  mengatakan, program Desa Bersih Narkoba (Bersinar) sejalan dengan visis misi Kabupaten Bireuen dalam mewujudkan Bireuen sejahtera.

Baca Juga  Ketua Dekranasda Langsa Kunjungi Pengrajin Tangan

“Pemerintah Kabupaten Bireuen tetap menyikapi maraknya peredaran narkoba yang sudah masuk sampai pelosok desa, makanya kita mencanangkan aksi bersama, melawan narkoba,” katanya.

“Kita harus mewujudkan generasi bangsa yang sehat, memiliki daya saing yang kuat. Narkoba harus diberantas secara bersama-sama. Narkoba itu seperti penyakit menular,” sebutnya.

Dikesempatan itu, turut juga ditandatangani prasasti Desa Bersinar sekaligus peresmian balai warga CSR BRI dan peresmian Gapura Desa Bersih Narkoba di Gampong Meunasah Bungo, Peudada, Bireuen.

Komentar

Berita Terbaru