oleh

Kepala BPJS Kesehatan Aceh Tamiang Kunjungan ke Rumah Sakit

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Terkait beredarnya informasi mengenai tidak dijamin lagi pelayanan fisioterapis bagi pasien JKN-KIS dengan keluarnya peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan Nomor : 5 Tahun 2018 Tentang Penjaminan Pelayanan Rehabilitasi Medik menimbulkan pro kontra dalam masyarakat.

Karenanya, untuk melihat sejauh mana isu itu berkembang, Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang, Sri Mahfuzi didampingi Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Aceh Tamiang, Irma Ananda Rangkuti serta jajarannya, melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Umum Daerah setempat.

“Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung sejauh mana isu tersebut berkembang sekaligus menjelaskan kepada masyarakat dan petugas medis yang berhubungan langsung dengan peserta JKN-KIS bahwa BPJS Kesehatan tetap menjamin pelayanan rehabilitasi medik, termasuk di dalamnya fisioterapi, sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Sri Mahfuzi, Jumat (10/8).

Ia mengatakan, seperti dijelaskan sebelumnya oleh Humas BPJS Kesehatan bahwa BPJS Kesehatan tidak membatasi kewenangan fasilitas kesehatan dan profesi dalam memberikan pelayanan rehabilitas medik kepada pasien JKN-KIS, hanya saja disesuaikan dengan kemampuan finansial BPJS Kesehatan saat ini yaitu pelayanan 2 kali seminggu yang dilakukan oleh dokter spesialis rehabilitas medik.

Baca Juga  Seluruh Kotak Suara Telah Berada di KIP Aceh Tamiang

Pada kesempatan itu, dirinya juga menjelaskan tentang Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan Nomor 2 Tahun 2018 Tentang Penjaminan Pelayanan Katarak Dalam Program Jaminan Kesehatan, dan Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan Nomor 3 Tahun 2018 Tentang Penjaminan Pelayanan Persalinan Dengan Bayi Lahir Sehat.

“Masyarakat tidak perlu takut dengan isu yang beredar, BPJS Kesehatan tetap menjamin peserta JKN-KIS, hanya saja memang ada beberapa aturan yang diperbaharui, serta pihak pemberi pelayanan kesehatan seperti rumah sakit juga tetap melayani peserta JKN-KIS dengan sebagaimana mestinya,” ungkap Sri.

Diharapkan dengan adanya kunjungan ini, minimal para pemberi pelayanan kesehatan yang bertugas dapat mengerti dan bisa menjelaskan kembali kepada pasien yang menanyakan informasi tersebut,” pungkasnya.

Komentar

Berita Terbaru