oleh

Kerusuhan Aksi 21 dan 22 Mei, Aparat Keamanan Dilaporkan ke Komnas HAM

-Pena Berita-186 views

PENANEGERI, Jakarta – Aliansi umat peduli korban kezaliman penguasa melaporkan dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan aparat keamanan pada aksi 21 dan 22 Mei ke Kantor Komnas HAM.

“Kami melaporkan pelanggaran HAM yang dilakukan aparat pada aksi 21 dan 22 Mei, mengingat banyaknya korban yang meninggal dan luka-luka dalam bentrokan antara rakyat (demonstran) dengan aparat keamanan (Brimob),” ungkap Ustaz Al Khaththath saat menyampaikan laporan di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Jumat (24/5).

Ia menjelaskan, terjadinya korban yang segitu banyaknya ditenggarai karena aparat keamanan (Brimob) telah bertindak melampaui batas wilayah yang seharusnya dijaga, yaitu Bawaslu.

“Aparat keamanan justru melakukan penyerangan dan memukul mundur para demonstran sampai ke sisi timur jalan Wahid Hasyim hingga Gondangdia dan disebelah barat aparat keamanan mengejar demonstran hingga kampong Bali hingga ke Mas Mansyur bahkan hingga ke Petamburan,” jelas Sekjen FUI itu.

Menurutnya, aparat keamanan yang melakukan penyerangan merupakan pasukan khusus yang dipersiapkan dan berbeda dari pasukan yang jaga di Bawaslu.

Baca Juga  Ini Catatan Komnas HAM terkait RUU Penyadapan yang sedang Bergulir

“Aparat keamanan menggunakan peluru tajam. Mereka (aparat_red) juga menyerang Masjid Al Makmur bahkan ada yang meninggal didalam masjid tertembus peluru tajam, sebut Al Khaththath.

Aparat keamanan, sambungnya, juga menyerang petugas medis.

“Mereka menyisir ke masjid-masjid yang menjadi tempat istirahat para demonstran dan melakukan penangkapan terhadap pengurus Masjid Al Itithad (Tebet Mas),” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Al Khaththath, aliansi umat peduli korban kezaliman penguasa menuntut agar Komna HAM melakukan penyelidikan terhadap kasus-kasus diatas secara lebih detail dan mendalam agar terkuak fakta pelanggaran HAM tersebut dan memberikan rekomendasi yang memenuhi keadialn serta perlindungan terhadap HAM rakyat Indonesia yang diberikan kebebasan untuk mengeluarkan pendapat oleh Undang-Undang Dasar.

“Aliansi umat peduli korban kezaliman penguasa juga akan menbentuk tim pencari fakta,” pungkasnya.

Adapun pelapor dari aliansi umat peduli korban kezaliman penguasa yakni, Ustaz Al Khaththath, Ustaz Bernard Abdul Jabar, Ustaz Mursalim, Ustaz Chanda, Ustaz Taufik Hidayat, Ustaz Namrudin, para pengacara muslim dan eksponen Aksi 21 dan 22.

Komentar

Berita Terbaru