oleh

Kesepakatan Evakuasi ISIL/ISIS Membuat Irak Marah

PENANEGERI, Desk Internasional- Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengecam kesepakatan Hizbullah – dan Suriah untuk mengirim milisi ISIS/ISIL ke daerah perbatasan negara Irak, sebagai ‘menghina orang-orang Irak’.

Warga Irak mengecam kesepakatan evakuasi yang dilakukan Hizbullah-Suriah terhadap milisi ISIL/ISIS dari perbatasan Libanon-Suriah ke perbatasan mereka (Irak) sebagai ‘tidak adil’.

Warga Irak telah mengecam sebuah kesepakatan Hizbullah dan Suriah yang memungkinkan milisi dari negara Islam Irak dan kelompok Levant (ISIL, juga dikenal sebagai ISIS) untuk mengevakuasi diri dari wilayah perbatasan Suriah-Lebanon menuju ke perbatasan Irak.

Ratusan milisi ISIS mulai meninggalkan daerah tersebut pada hari Senin, naik bus ke provinsi timur Suriah, Deir Az Zor, yang berbatasan dengan Irak dan merupakan satu-satunya provinsi di Suriah yang masih di bawah pengaruh ISIL/ISIS.

Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi,  mengatakan pada hari Selasa (29/8) bahwa kesepakatan tersebut “tidak dapat diterima” dan sebuah “penghinaan terhadap rakyat Irak”.

Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengatakan Irak sedang memerangi milisi ISIS, dan tidak mengirim mereka (ISIS) ke Suriah.

Pasukan Irak, yang merebut kembali Mosul dari ISIL/ISIS pada bulan Juli setelah pertempuran sembilan bulan, memerangi kantong terakhir milisi ISIS di provinsi utara Niniwe (Niniveh).

PM Abadi mengatakan pasukan Irak diperkirakan akan mengumumkan kemenangan di kota Tal Afar dalam beberapa hari ini.

Maka milisi ISIL/ISIS terusir dari semua kota kecuali beberapa kota Irak yang tersebar – termasuk beberapa yang dekat dengan perbatasan dengan Deir Az Zor di Suriah.

Sementara itu, Presiden Libanon Michel Aoun secara resmi mengumumkan kemenangan atas ISIL/ISIS pada hari Rabu (30/8). Kantor berita Al Jazeera melaporkan bahwa Aoun memiliki beberapa alasan untuk menunggu beberapa hari untuk mengumumkan kemenangan, meski ada gencatan senjata yang diumumkan pada hari Minggu.

Tentara Lebanon sekarang ditempatkan di daerah perbatasan Lebanon-Suriah. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *