oleh

Kesepakatan Pembelian Jet Tempur F-15 menunjukkan Dukungan AS pada Qatar

PENANEGERI, Desk Internasional-Amerika Serikat dan Qatar telah menandatangani kesepakatan dalam pembelian jet tempur F-15 AS oleh Qatar dengan biaya awal sebesar $ 12 miliar.

Kesepakatan awal senilai USD $ 12 miliar untuk membeli pesawat jet tempur F-15 AS, oleh Qatar menunjukkan bahwa Qatar memiliki dukungan yang kuat dan mengakar dari Washington, kata seorang pejabat Qatar pada hari Kamis (15/6), seperti dilansir kantor berita Reuters.

Kesepakatan pembelian pesawat tersebut dilakukan oleh Menteri Pertahanan Qatar Khalid Al Attiyah dan Secretary of Defense (Menteri Pertahanan) Amerika Serikat Jim Mattis di Washington DC, demikian dilansir Kantor Berita Qatar (QNA).

Menteri pertahanan Qatar, Al Attiyah mengatakan bahwa kesepakatan tersebut menggarisbawahi “komitmen lama negara Qatar dalam bekerja sama dengan teman dan sekutu kita Amerika Serikat dalam memajukan kerja sama militer kita untuk kolaborasi strategis yang lebih dekat dalam perjuangan kita melawan ekstremisme kekerasan dan mempromosikan perdamaian dan stabilitas di wilayah kita dan seterusnya.”

Kesepakatan itu adalah “satu langkah lagi dalam memajukan hubungan pertahanan strategis dan kooperatif dengan Amerika Serikat, dan kami berharap dapat melanjutkan usaha bersama militer kita dengan mitra kami di AS,” kata Attiyah.

Penjualan tersebut “akan memberi Qatar kemampuan canggih dan meningkatkan kerjasama keamanan dan interoperabilitas antara Amerika Serikat dan Qatar”, Departemen Pertahanan AS mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Pengiriman senjata tersebut dilakukan beberapa minggu setelah Presiden Donald Trump menandatangani kesepakatan pembelian  senjata AS oleh Arab Saudi senilai hampir $ 110 miliar .

“Institusi AS berada di Doha dan tidak mudah terpengaruh oleh perubahan politik,” kata seorang pejabat Qatar seperti dikutip kantor berita Aljazeera, Jumat (16/6).

Qatar menghadapi boikot ekonomi dan diplomatik oleh Arab Saudi dan sekutunya yang memutus begitu saja hubungan dengan Qatar mulai pekan lalu. Krisis blokade ini adalah keretakan diplomatik terburuk di antara negara-negara Teluk Arab selama ini.

Qatar juga telah menyewa firma hukum untuk melawan tuduhan terorisme yang dialamatkan pada Qatar oleh negara-negara tetangga terdekat Qatar.

Mereka menuduh Qatar “mendanai terorisme”, sebuah tudingan yang berulangkali dibantah keras oleh negara Qatar.

Kesepakatan pembelian jet tempur AS oleh Qatar ini terjadi di tengah meningkatnya diplomasi untuk mengatasi krisis tersebut.

Sebelumnya, pada hari Rabu (14/6)  lalu, Menteri Pertahanan A.S. Jim Mattis juga telah menandatangani kesepakatan pembelian pesawat Boeing oleh Qatar yang telah disetujui sebelumnya dengan Menteri Pertahanan Qatar Khalid al-Attiyah. Duta Besar Qatar untuk Amerika Serikat, Meshal Hamad al-Thani, memposting gambar upacara penandatanganan di Twitter.

“Ini tentu saja bukti bahwa institusi A.S. ada bersama kami tapi kami tidak pernah meragukannya,” kata seorang pejabat Qatar di Doha. “Militer kita seperti saudara. Dukungan Amerika untuk Qatar berakar kuat dan tidak mudah dipengaruhi oleh perubahan politik,”ujarnya.

Pentagon mengatakan bahwa penjualan jet tersebut akan meningkatkan kerjasama keamanan antara AS dan Qatar dan membantu mereka melakukan operasi bersama.

Ditambahkan bahwa Menteri Pertahanan AS Jim Mattis dan Menteri Pertahanan Qatar Khalid al-Attiyah juga telah membahas koordinasi perang melawan terorisme ISIS/ISIL, serta ketegangan yang meningkat dalam Teluk Arab.

Qatar menjadi basis penting bagi militer AS yang melakukan operasi melawan ISIS/ISIL dan kelompok milisi teroris lainnya di Irak, Suriah, Afghanistan dan sekitarnya. Al Udeid Air Base adalah rumah bagi lebih dari 11.000 tentara AS dan koalisi.

Dua kapal perang AS juga tiba di pelabuhan Hamad di Qatar pada hari Rabu (14/6) sebagai bagian dari rencana latihan militer gabungan yang melibatkan angkatan laut, kata kantor berita negara Qatar.

Dukungan Turki

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, dalam sebuah tur di Teluk guna berusaha membantu mengakhiri krisis, mendukung kesepakatan pembelian jet tempur tersebut.

“Sama seperti negara lain, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir … wajar bagi Qatar untuk membeli pesawat terbang atau suku cadang yang diperlukan untuk pembelaannya sendiri,” kata Cavusoglu di Kuwait setelah pembicaraan dengan rekannya dari Kuwait, seperti dilansir Kantor berita Anadolu yang dikelola negara Turki.

Turki bersahabat dengan Qatar dan telah mengirim pasokan makanan sejak sanksi diberlakukan.

Negara Kuwait juga telah aktif berusaha untuk menengahi perselisihan antara Qatar dan negara-negara tetangga terdekatnya tersebut. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *