oleh

Ketika Mereka Memburu Senjata AK-47 Ditengah Kota Bireuen

PENANEGERI, Bireuen – Entah apa yang menyebabkan jiwa perang masih tetap melekat di Aceh, dan tetap digemari dengan yang namanya memanggul senjata.

Aroma perang itu masih saja belum hilang, kendati Aceh sudah damai pasca konflik, bahkan dunia senjata itupun begitu melekat diantara mereka, dan pantas kalau Aceh pernah melahirkan tokoh perjuang atau pahlawan Nasional.

Mereka terlihat begitu bangga bila senjata laras panjang seperti AK-47, sniper otomatis dan senjata M 16 dapat mereka miliki. Kegundahan mereka pun mulai pecah dan saling membidik.

Begitulah suasana Jumat (7/6) pagi menjelang siang tadi, deru kendaraan yang padat mulai memadati rusa jalan protokol Kota Juang, Bireuen. Di sudut jalan Andalas terdapat sejumlah toko yang sedang tutup.

Disinilah terlihat belasan anak-anak mengejar sambil menenteng senjata laras panjang jenis AK- 47 sedang siaga. Tak ketingalan diseberang jalan sekelompok anak lain ikut memegang senjata jenis Sharp River. Mereka terlihat sigap menunggu lawan.

Dari kejauhan, lewat sebuah becak yang penuh muatan anak lainnya. Mereka juga ikut menenteng senjata mainan beragam jenis sambil mengeker (membidik) lawannnya.

Baca Juga  Traffic Light Depan Pendopo Bupati Bireuen Berfungsi

Merekapun menyerang, di seberang langsung membalas tembakan dengan senjata mainan di tangan. Ketiga kelompok itu ikut terlibat kontak tembak tampa harus adanya aba-aba.

“Ya kami lagi perang-perangan, karena mereka juga ada senjata dan membidik kami, ya kami balas,” sebut seorang anak, Zulhadi kepada Penanegeri.com, Jumat (7/6).

Diakuinya, bila tak ada senjata seperti ini rasanya kurang enak, apalagi lebaran dan kami hanya melakukan perang-perangan saat lebaran seperti ini.

Suasana seperti ini kerap terjadi di Aceh terutama saat lebaran tiba, dan mereka terlihat begitu ceria dengan dunianya sendiri.

Tingginya minat anak-anak, khususnya di Bireuen untuk mendapatkan sepucuk senjata laras panjang sudah terlihat sejak malam takbiran menjelang lebaran tiba.

Bahkan ada diantara mereka mengaku, tidak bisa tidur dan berangan-angan untuk dapat menentang senjata esok paginya.

Momen ini menjadi ladang besar bagi pedagang senjata mainan di Pusat Kota Juang, Bireuen selama lebaran Idul Fitri tahun ini.

Betapa tidak, senjata mainan berpeluru plastik memang sudah menjadi permintaan yang wajib terpenuhi saat menjelang lebaran tiba.

Baca Juga  Tgk Daud Tetap Semangat Menggais Rezeki dengan Sepeda Ontel Tuanya di Kota Bireuen

Menurut seorang pedagang senjata mainan, Agussalim kepada Penanegeri.com, meski harganya cukup mahal, tapi anak-anak dari berbagai kecamatan, di Kabupaten Bireuen tetap memburunya, bahkan tidak ada stoknya akibat banykanya yang membeli.

“Yang kerap dan sering disukai anak-anak kebanykan senjata mirip AK- 47 dan model Seniper panjang, ada juga yang suka dengan pistol D-Cobra,” sebutnya.

Namun itulah dunia anak-anak, mereka tetap menyukai apa yang mereka idam-idam, dan ada kebanggan tersediri bagi mereka, meski diantara mereka tak menyuki kekerasan.

Komentar

Berita Terbaru