oleh

Ketua DPRK Bireuen : Kinerja PDAM Krueng Peusangan Kurang Tansparan dan Perlu Evaluasi

PENANEGERI, Bireuen – Menyahuti keluhan masyarakat terkait pelayanan serta kurang transparannya Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Krueng Peusangan selama ini.

Ketua DPRK Bireuen, Rusyidi Mukhtar, S.Sos meminta Pemerintah Kabupaten Bireuen harus segera mengevaluasi kinerja perusahaan tersebut.

“Belakangan ini banyak masyarakat yang mengeluh terhadap pelayanan PDAM, dan sejatinya Pemkab Bireuen wajib mengevaluasinya,” kata Rusyidi Mukhtar kepada Penanegeri.com, Sabtu (1/2).

Dijelaskan, belakangan ini ada sejumlah desa di Bireuen yang ikut mengusulkan,  pemanfaatan Dana Desa (DD) agar dapat dibangunnya jaringan air bersih.

Sementara, tambah politisi Partai Aceh itu, dengan gamblang dan berbagai alasan yang tidak logis, pihak PDAM Krueng Peusangan itu belum juga menyahuti hal ini.

“Kondisi ini tentu perlu dipertanyakan, sebab warga masyarakat butuh air bersih ke rumah mereka dengan dukungan dana desa dengan dibangunnya  jaringan air bersih,” tegasnya.

Disamping kurang bagusnya pelayanan bagi masyarakat sambung Rusyidi Muhktar, selama ini laporan keuangan serta laporan kinerja perusahaan pelat merah itu juga kurang tansparan, baik untuk  eksekutif serta pihak legislatif.

Baca Juga  Anggota DPRK Bireuen Dilantik 2 September

“Saya meminta komisi DPRK yang membidangi hal ini sesegera mungkin ikut mengawasi kinerja PDAM. Kita juga harus memiliki tanggung jawab bersama, sebab PDAM Krueng Peusangan merupakan milik pemerintah daerah,” tegas Rusyidi yang akrab disapa Ceulangiek.

Namun yang perlu dipertanyakan lagi, kenapa selama ini pihak eksekutif sendiri tidak pernah melakukan evaluasi kinerja terhadap perusahaan tersebut.

“Tak hanya kenirja perusahaan, Pemkab Bireuen juga harus mengevaluasi Dirut PDAM Krueng Peusangan itu. Dirut PDAM seharusnya telah layak diganti, sebab sudah puluhan tahun menjadi Dirut, sementara pelayanannya masih kurang baik,” timpal Rusyidi Muhktar.

Laporan lain sesuai penulusuran Ketua DPRK Bireuen serta keluhan masyarakat, harga pemasangan kilometer baru PDAM di daerah lain dibawah Rp 1 juta.

“Sedangkan pemasangan kilometer baru di PDAM Krueng Peusangan Bireuen itu bisa mencapai diatas Rp 1 juta, dan ini harus menjadi catatan bagi Pemkab Bireuen, sehingga tak menimbulkan masalah baru ditengah-tengah masyarakat,” tandas Rusyidi.

Komentar

Berita Terbaru