oleh

Ketua Fraksi Partai Aceh Kunjungi Magfirah dan Bayinya di Rutan Bireuen

PENANEGERI, Bireuen – Dengan rasa empati, Ketua Fraksi Partai Aceh DPRA, Iskandar Usman Alfarlaky berkunjung dan menjenguk, Maghfirah (27) warga Beuringin, Pereulak Timur, Aceh Timur, dan tiga bayi yang kini ditahan di Rutan Bireuen karena tersandung kasus penipuan CPNS, Selasa (11/12).

Kedatangan Iskandar Usman Alfarlaky disambut oleh Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Bireuen, Sofyan SH, turut dihadiri sejumlah wartawan liputan Bireuen.

Politisi Partai Aceh asal Peurelak ini kepada Penanegeri.com menuturkan, kedatanganya menjenguk Magfirah dan ketiga bayinya itu sebagai empati dan rasa kemanusian, apalagi suaminya Jafadli, merupakan warga dari Aceh Timur.

“Saya kemari ingin melihat langsung kondisi Magfirah dan bayinya di Rutan Bireuen. Saya juga akan berupaya melakukannya penangguhan penahanan untuk Maghfirah, sebab ia memeliki bayi yang masih kecil,” sebutnya.

Namun setelah bertemu dengan Magfirah dan suaminya Jafadli mereka lebih nyaman disini (Rutan_Red), apalagi selama ini ada yang membantu bayinya, yakni para Napi perempuan di dalam tahanan.

Dikatakan Iskandar Usman Alfarlaky, kalau niat awal suaminya memang ingin dilakukan penahanan rumah, atau di luar Rutan Bireuen, namun setelah ia merembuk, ternyata dirinya mengaku lebih nyaman dalam Rutan Bireuen.

Baca Juga  Polsek Pandrah Ciduk Pencuri Komputer dan Printer Kantor Desa

“Mereka lebih nyaman tinggal di Rutan ketimbang di luar Rutan. Kalau di luar tidak ada yang membantu mengurus ketiga bayinya, apa lagi selama ini suaminya, Jafadli bekerja sebagai buruh bangunan, di Banda Aceh untuk menutupi kebutuhan ketiga bayinya,” terang Iskandar Usman.

Dalam pertemuan dengan Magfirah di Rutan, Iskandar Usman meminta Maghfirah dapat menjaga bayinya dengan baik seraya meminta kalangan ibu-ibu yang satu ruangan dengannya itu ikut membantu tiga bayi tersebut.

“Untuk sementara ini, kita tunda dulu permohonan penangguhan penahanan di luar Rutan Bireuen, Bila nanti dibutuhkan, maka kita tetap meminta penangguhan panahanan terhadap Magfirah,” katanya seraya mengaku, kalau dirinya baru saja menghubungi Ketua Pengadilan Aceh terkait kasus ini.

Komentar

Berita Terbaru