oleh

KIP Aceh : Gangguan Jiwa Dijamin Hak Memilih

-Aceh-30 views

PENANEGERI, Banda Aceh Proses pendaftaran pemilih untuk Pemilu 2019 masih berlangsung. Sesuai dengan hasil rapat yang dilaksanakan oleh KPU beserta pemangku kepentingan lainnya, proses pencermatan dan perbaikan DPT Pemilu Tahap II akan berlangsung hingga 15 Desember 2018. 

“Di dalam proses pendaftaran tersebut, salah satu kelompok warga negara yang perlu didaftar sebagai pemilih adalah warga negara yang mengalami gangguan jiwa (disabilitas grahita) sebagaimana maklumat Surat Edaran KPU Nomor 1401 Tahun 2018, tentang Pendaftaran Pemilih Bagi Penyandang Disabilitas Grahita/Mental,” sebut Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi KIP Aceh, Agusni AH, kepada Penanegeri.com, Senin (26/11).

Kata Agusni, banyak pihak yang tidak mengetahui bahwa orang dengan gangguan jiwa itu masuk dalam kategori disabilitas yang dilindungi hak-haknya secara penuh Konvensi PBB tentang Hak-Hak Penyandang Disabilitas, Undang-Undang Nomor : 8 tahun 2016, tentang Penyandang Disabilitas dan berbagai peraturan lainnya. 

“Dalam UU Nomor 8 tersebut orang dengan gangguan jiwa disebut sebagai penyandang disabilitas mental,” ucapnya.

Namun, dalam proses mendaftar warga negara yang menyandang disabilitas mental tersebut, muncul persepsi dan stigma yang sangat negatif terhadap penyandang disabilitas mental. Ini adalah tantangan yang sudah sedari lama dihadapi oleh warga negara yang menyandang disabilitas mental. 

Karenanya KPU/KIP Aceh bertanggung jawab melindungi hak pilih segenap warga masyarakat tak terkecuali penyandang disabilatas grahita/mental.

“Untuk itu KIP Aceh meminta KIP kabupaten/kota bersama PPK disetiap kecamatan dan PPS disemua gampong untuk menidaklanjutinya. Titik sasaran pendataan penyandang disabilitas grahita ini terutama sekali di panti-panti sosial dan RSJ,” pungkasnya.

Komentar

Berita Terbaru