oleh

KIP Bireuen dan LSM GaSAK Sosialisasi Pemilu Bagi Penyandang Disabilitas

PENANEGERI, Bireuen – Komisi Independen Pemilihan (KIP) bekerjasama dengan LSM Gabungan Solidaritas Anti Korupsi (GaSAK) Bireuen melakukan sosialisasi pemilu 2019 bagi disabilitas, di Gampong Tanjong Beuridi, Kecamatan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen, Rabu (20/3).

Selama kegiatan tersebut, dua narasumber ikut memberikan pemahaman serta pengetahuan bagi disabilitas.

Dikesempatan itu, Koordinator GaSAK, Murni M Nasir mengatakan, pemerintah memang memberi ruang untuk disabilitas berpertisipasi dalam Pemilu.

“Sementara realita dilapangan ada hak-hak mereka yang selama ini belum dilakukan secara maksimal,” katanya.

Dijelaskannya, mereka dalam pemilu berhak atas pendataan khusus, selain mencatat identitas, pendataan ini juga disediakan kebutuhan khusus bagi mereka. Penyelenggara pemilu juga bisa menyiapkan pelayanan dan fasilitas yang sesuai

“Mereka juga harus memperoleh TPS yang sesuai dengan kebutuhannya, berhak mendapatkan surat suara khusus, dan mendapat pendampingan,” lanjutnya.

Disisi lain, Murni M Nasir juga berharap, penyelenggara pemilu juga harus menyediakan pendamping, guna membantu penyandang disabilitas, seperti tuna daksa.

“Pendamping ini guna mengisi formulir pernyataan C3 yang wajib disediakan setiap TPS bagi mereka,” urainya.

Baca Juga  Pemko Langsa Serahkan Bantuan Meugang Kepada Fakir Miskin

Nara sumber lain, Saiful Hadi dari Jaringan Demokrasi Bireuen memaparkan tentang tata cara pencoblosan, mengenalkan kertas suara, sah dan tidak sah kertas suara pemilu 2019.

“Keikutsertaan para disabilitas dalam pemilu diatur oleh UU nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilu. Lalu hak politik disabilitas, UU tersebut juga menjelaskan bahwa mereka berhak mendapat ketersediaan akses untuk menyalurkan pilihannya,” sebutnya.

Sementara itu, Aisyah Hasan (65) penyandang disabilitas tuna daksa mengaku, merasa sangat berterima kasih kepada KIP dan LSM GaSAK adanya sosialisasi ini.

“Saya sudah beberapa kali ikut pemilu, tapi baru kali ini mendapatkan sosialisasi secara detail,” sebutnya.

Bahkan mereka sepakat tidak akan golput pada hari pemilihan, 17 April 2019 mendatang.

Agenda sosialisasi itu turut dihadiri sekitar 80 peserta,  didampingi PPS dibantu panitia gampong setempat.

Selain disabilitas tuna netra, hadir juga para tuna grahita dan tuna ganda serta tuna daksa.

Komentar

Berita Terbaru