oleh

KKB yang Tewas di Sawang Diduga Sempat Kibarkan Bendera Hingga Bakar Fasilitas Umum

-Aceh-479 views

PENANEGERI, Lhokseumawe – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) AR (30) alias Raman Peudeung tewas tertembak dalam operasi penyergapan di Desa Punteut, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara Minggu (1/12) malam.

Beberapa hari sebelumnya, AR diduga sempat mengibar bendera hingga membakar fasilitas umum.

“Bendera itu berkibar di SDN 17 Sawang. Pada tiang bendera itu diduga ada dipasang serangkaian bom atau bahan peledak. Kemudian tim Jibom Polda melakukan sterilisasi dan bendera dapat kita turunkan,” ujar Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasat Reskrim AKP Indra T Herlambang dalam konferensi pers, Selasa (3/12).

Ia menjelaskan, selang dua hari setelah itu atau pada Senin (25/11), terjadi pembakaran fasilitas umum di SDN 17 Sawang tersebut. Karena sudah meresahkan masyarakat sekitar, sehingga Kapolda Aceh membentuk tim satgas gabungan antara Polda Aceh dan Polres Lhokseumawe.

“Kemudian pada Jumat tanggal 29 November 2019, di akun Facebook Armada Aceh di-posting beberapa status bernada ancaman terhadap TNI-POLRI. Kemudian Kapolda kembali memerintahkan tim gabungan untuk melakukan penangkapan terhadap palaku secepatnya,” tambahnya.

Baca Juga  34.812 Warga Bireuen Terima Bantuan Pangan Non Tunai

Dikatakan Indra, atas dasar-dasar hal tersebut, tim gabungan melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku AR.

“Pada keesokan harinya, Senin (2/12), tim gabungan melakukan olah TKP di Desa Punteut. Ada tiga TKP yang diduga tempat persembunyian pelaku,” terang Indra.

Pada TKP pertama, lanjut dia, tim gabungan menemukan barang bukti granat nanas yang ditanam. Sementara di TKP kedua ditemukan serangkaian kabel dan terakhir di TKP ketiga ditemukan sebuah tangki semprot yang diduga dijadikan bom rakitan.

“AR ini dapat kita indikasikan sebagai bagian dari KKB dan Kemungkinan tim KKB ini masih ada kelompoknya. Saat ini sedang diburu oleh tim gabungan dan kami akan terus memberantas kejahatan sesuai perintah Kapolda,” terangnya.

Amatan wartawan, selain granat nanas, tangki semprot yang diduga dijadikan bom dan bendera warna hijau bergambar pedang bintang bulan. Polisi juga memperlihatkan sepucuk senjata rakitan laras panjang mirip dengan senapan angin.

Komentar

Berita Terbaru