oleh

Klarifikasi dan Bantahan Lembaga Eksekutif Mahasiswa Jayabaya terhadap Info Hoax yang Beredar

PENANEGERI, Jakarta – Berikut ini
Pernyataan Sikap Lembaga Eksekutif Mahasiswa Universitas, Sekolah Tinggi, dan Akademi-Akademi Jayabaya terhadap isu hoax yang berkembang.

Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh,

Menyikapi berita yang berkembang di media hingga saat ini, yaitu terkait Agenda Konferensi Pers yang dilaksanakan pada Sabtu, 4 April 2020, maka dengan ini Kami Lembaga Eksekutif Mahasiswa Universitas, Sekolah Tinggi, dan Akademi-Akademi Jayabaya menyatakan bahwa informasi yang tersebar di media tidak sepenuhnya benar.

Tidak ada pernyataan sikap apapun dari Kami, serta tidak ada tindakan penyinggungan sama sekali terhadap tenaga medis.

Berkaitan dengan permasalahan di atas, Kami selaku Lembaga Eksekutif Mahasiswa Universitas, Sekolah Tinggi, dan Akademi-Akademi Jayabaya memberikan informasi sebagai berikut :

1. Kami meminta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh elemen masyarakat
khususnya Tenaga Medis yang tergabung dalam Gugus Tugas Tanggap Darurat
COVID-19 atas kegaduhan yang terjadi.
2. Benar adanya pada hari Sabtu, 4 April 2020 Kami dari Lembaga Eksekutif
Mahasiswa Universitas, Sekolah Tinggi, dan Akademi-Akademi Jayabaya
mengirim delegasi yaitu sdr. Shanghyang untuk menghadiri Konferensi Pers
Aliansi BEM Jakarta Bersuara bertemakan “COVID-19:Lockdown Solusi atau Politisasi” dengan kesepakatan isu yang diangkat yaitu :

a) Mempertanyakan dan mengkritisi, pernyataan urgensi lockdown, versi
Gubernur Jakarta, yang menyampaikan bahwa sebagai shock terapi/
efek kejut beberapa waktu lalu.

b) Mempertanyakan kesiapan, koordinasi dan peran serta yang dilakukan
oleh Pemprov DKI, sebelum melakukan permintaan lockdown kepada
Pemerintah Pusat.

c) Sudahkah ada sosialisasi dan uji materi dari berbagai aspek, terkait efek
pernyataan tersebut kepada masyarakat pada umumnya.

d) Mempertanyakan harga Alat Pelindung Diri (APD) dan berbagai bentuk
kelengkapan pencegahan virus di Jakarta, seperti (Vitamin, Cairan Disinfektan, dan lainnya) yang cenderung meningkat permintaannya, sehingga sangat langka ditemui dan mahal harganya terutama di PD Pasar Jaya, hal ini terkesan dibiarkan dan tidak siapkarena terburu-buru.

3. Terdapat indikasi penambahan isu yang diangkat tanpa adanya kesepakatan
dengan Kami oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, yaitu poin “Fasilitas
Hotel Bintang 5 untuk tim medis dinilai berlebihan”.

Untuk itu Kami akan melakukan investigasi untuk mengungkap Dalang/ Aktor Intelektual dibalik penambahan isu tersebut.

4. Terdapat perbedaan informasi yang tercantum di media dengan pembahasan
yang disampaikan saat Konferensi Pers berlangsung. Oleh karena itu Kami
menghimbau kepada Civitas Akademika Jayabaya (khususnya) dan masyarakat
(umumnya) untuk bersikap lebih kritis terhadap redaksi yang tercantum pada
media dengan mencari tahu kebenarannya.

Demikian klarifikasi dari Presiden Mahasiswa Universitas, Sekolah Tinggi, dan Akademi-Akademi Jayabaya
Periode 2019/2020, Daniel Teguh Wibowo NIM. 2015710150011.

(Rilis/Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *