oleh

KOHATI Cabang Banda Aceh Dukung Rencana Walikota Banda Aceh Tempatkan Polisi Syariah di Hotel

PENANEGERI, Banda Aceh – Pasca pesta narkoba sabu yang dilakukan di Hermes Palace Hotel, Aminullah Usman selaku Walikota Banda Aceh mengatakan akan menempatkan Polisi Syariah atau Wilayatul Hisbah (WH) di setiap hotel berbintang yang ada di Kota Banda Aceh. Langkah Walikota Banda Aceh mendapat dukungan penuh dari KOHATI (Korps HMI-Wati) Cabang Banda Aceh.

Dukungan tersebut disampaikan melalui rilis pers ke sejumlah media massa, Kamis, 17 Oktober 2019.

“Kami sangat mendukung rencana penempatan polisi syariat untuk mendeteksi setiap pengunjung hotel yang hendak melakukan pelanggaran syariat Islam atau pesta narkoba, seperti yang terjadi beberapa hari lalu di Hotel Hermes,” kata Ketua Umum KOHATI Cabang Banda Aceh, Bella Elpira, S.IP, dalam rilisnya yang diterima Pena Negeri, Kamis (16/10).

Bella Elpira, S.IP.

Dikatakan, selama ini penyalahgunaan kamar hotel untuk perbuatan terlarang bukanlah hal yang baru, sudah sering terjadi di ibukota provinsi Aceh.

Padahal, sebutnya, Aceh adalah provinsi yang menerapkan syariat Islam.

“Kami sangat menyesalkan pihak hotel yang membiarkan praktek prostitusi dan penggunaan narkoba terjadi di hotel mereka. Hal ini jangan dibiarkan dan sangat merusak wajah pelaksaan syariat Islam,” ungkap Bella Elpira, S.IP.

Sebagai organisasi kemahasiswaan yang ada di Banda Aceh, pihaknya siap mengawal penegakan syariat Islam.

Apalagi pasca kasus ditemukannya dugaan pesta narkoba, yang melibatkan empat oknum TNI dan enam warga sipil termasuk mahasiswi.

“Kejadian itu sangat mencoreng wajah Aceh. Apalagi kejadian seperti itu bukan kali ini saja terjadi.” katanya.

“Pemko Banda Aceh harus tegas. Jika hal tersebut terus berulang kembali agar segera dicabut izin hotelnya,” pungkasnya. (*)

Komentar

Berita Terbaru