oleh

Komnas Anak : Dinsos Bireuen Diduga Legalkan Eksploitasi Anak di Kota Bireuen

PENANEGERI, Bireuen – Tingginya eksploitasi anak-anak dibawah umur yang dibawa oleh orangtuanya untuk meminta-minta di pusat Kota Bireuen belakangan ini terus bertambah.

Meskinya, pemerintah daerah melalui dinas terkait ikut bertanggungjawab terhadap kondisi itu, dan tidak membiarkan eksploitasi anak di jalanan.

Ketua Komisi Nasional (Komnas) Anak Bireuen, Saiful Amri kepada Penanegeri.com, Kamis (14/5) malam mengaku, prihatin dengan kondisi eksploitasi anak-anak di perempatan Simpang Empat Bireuen.

Djelaskannya, sepatutnya Dinas Sosial Bireuen ikut melindungi, serta merehabilitasi, dan memenuhi hak-hak sipil anak-anak yang dieksploitasi di jalanan saat ini, tidak ikut membiarkan eksploitasi itu.

“Kami berharap Kota Bireuen benar-benar terbebas dari praktik eksploitasi. Siapa pun dia, tidak dibenarkan, beralasan  menyambung hidup dengan cara demikian,” tegas Saiful Amri.

Seharunya ini menjadi pekerjaaan rumah Dinsos Bireuen dan ikut  menyampaikan informasi, sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat.

“Anak anak yang meminta-minta di perempatan Simpang Empat Bireuen tersebut memang selalu dibawa oleh orang tuanya. Rata-rata mereka berusia 6 hingga  tahun” sebutnya.

Dari keterangan mereka, anak-anak ini, satu keluarga dengan menjalani kehidupan di jalanan, dengan cara meminta-minta, bahkan mereka ikut berpindah-pindah lokasi.

Dilihat secara holistik, sambungnya alasan mereka karena faktor kemiskinan dan ini menjadi alasan orang tuanya berlakukan anaknya seperti itu.

Disamping itu, keluarga ini masuk dalam katagori rentan kesejahteraan sosial, dan tidak punya akses apapun seperti bantuan dari pemerintah.

“Kondisi ini tidak bisa dijadikan alasan karena dalam undang-undang perlindungan anak, dilarang melakukan eksploitasi. Apalagi dari pihak orangtuanya sendiri, karena ini bentuk tindakan pidana,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *