oleh

Kompleks Masjid Al-Aqsa Ditutup, Ketegangan Meningkat

PENANEGERI, Desk International –┬áKetegangan di kota Yerusalem meningkat saat kompleks masjid Al-Aqsa tetap ditutup oleh pemerintah Israel pada hari sabtu (15/7).

Warga Palestina telah mengecam penutupan Kompleks masjid Al-Aqsa dan menyebutpenutupan ini sebagai pelanggaran kebebasan beragama.

Kompleks masjid Al Aqsa telah ditutup oleh Israel setelah adanya peristiwa serangan penembakan mematikan yang menewaskan polisi Israel pada Jumat (14/7) kemarin.

Setelah serangan tersebut, sholat Jum’at di Al-Aqsa dibatalkan untuk pertama kalinya dalam beberapa dasawarsa.

Para tokoh agama dan politik Palestina telah mengecam penutupan Masjid Al-Aqsa yang terus berlanjut, dan menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap kebebasan beragama mereka.

Kompleks masjid Al-Aqsa tetap tutup pada hari Sabtu (15/7), sehari setelah serangan menembak mematikan di luar pintu masuk ke tempat suci di Yerusalem Timur.

“Tidak ada alasan untuk penutupan masjid Al-Aqsa, dan kami menentang keputusan ini,” kata Sheikh Yusuf Idis, Menteri Urusan Agama Otoritas Palestina.

“Kebebasan untuk beribadah adalah hak yang dijamin dalam hukum dan setiap pelanggaran terhadap hak tersebut ditola,.” kata Sheikh Yusuf Idis.

Kompleks masjid Al-Aqsa ini telah ditutup oleh polisi Israel sejak tiga penyerang Palestina menembak dan membunuh dua polisi Israel di Kota Tua Yerusalem pada hari Jumat pagi (14/7).

Penyerang kemudian ditembak mati oleh pasukan Israel di dalam kompleks tersebut.

Ini adalah pertama kalinya sholat Jum’at di Al-Aqsa telah dibatalkan dalam beberapa dasawarsa, dan pihak berwenang Israel kemudian memperpanjang penutupan tersebut sampai hari Minggu (16/7) paling awal, dengan alasan keamanan.

Ratusan pasukan Israel tambahan ditempatkan di beberapa bagian Kota Tua dan di pos pemeriksaan di seluruh wilayah. Banyak pemuja yang telah merencanakan untuk shalat di Al-Aqsha akhirnya hanya berdoa di jalan-jalan di Yerusalem.

Al-Aqsa adalah tempat suci bagi ummat Muslim, dan juga bagi kaum Yahudi yang merujuk ke situs suci  tersebut sebagai Temple Mount.

Mufti Yerusalem, Sheikh Mohammed Hussein, ditangkap secara singkat oleh polisi dan dibebaskan dengan jaminan pada hari Jumat setelah dia berusaha mendapatkan akses ke lokasi tersebut dan membawa sholat terbuka ke kompleks tersebut.

Ini adalah keputusan yang bertujuan untuk mencegah serangan lebih lanjut dan akan ditafsirkan oleh kebanyakan orang Palestina sebagai hukuman kolektif. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *