oleh

Konflik Suriah Tewaskan 28 Orang lagi di Idlib

PENANEGERI, Desk Internasional – Sedikitnya 28 orang warga sipil, termasuk empat anak, tewas dalam serangan udara yang menyasar markas kaum pemberontak Idlib (Idleb) di barat laut Suriah (Syria), Sabtu (30/9).

Serangan udara ini menargetkan kota Armanaz, di Provinsi Idlib, yang terletak beberapa kilometer dari perbatasan Turki.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (Syrian Observatory for Human Rights -SOHR) mengatakan bahwa mereka tidak dapat menentukan siapa yang melakukan serangan udara itu.

Dalam beberapa hari terakhir, jet milik pemerintah Suriah dan sekutunya Rusia telah mengintensifkan serangan mereka terhadap Idlib.

Lembaga SOHR yang berbasis di Inggris tersebut juga mengatakan bahwa 12 orang telah tewas dalam serangan sebelumnya di distrik Harem, sekitar 20 kilometer barat laut ibukota provinsi Idlib, Syria (Suriah).

Idlib, yang didominasi oleh kelompok yang sebelumnya dikenal dengan nama Al-Nusra Front, baru-baru ini mengalami ketenangan selama enam bulan dalam serangan udara sampai eskalasi terbaru.

Petugas penyelamat mengatakan Suriah dan Rusia telah membunuh sejumlah warga sipil dalam serangan udara yang diluncurkan setelah gerilyawan mulai melakukan serangan terhadap wilayah yang diprotes pemerintah di barat laut negara tersebut pada 19 September lalu.

Namun pihak pemerintah  Suriah dan Rusia  telah  menolak dikatakan telah membunuh warga sipil.

Pada tanggal 15 September, Rusia, Turki, dan Iran sepakat untuk menciptakan “zona de-eskalasi” di Idlib, sebagai bagian dari usaha untuk membangun gencatan senjata di Suriah.

Suriah telah mengatakan bahwa kesepakatan tersebut tidak mencakup kelompok ekstremis.

Seorang koresponden kantor berita AFP yang mengunjungi kota Armanaz di Provinsi Idlib pada hari Sabtu (30/9) mengatakan sebuah blok apartemen telah hancur rata oleh pemboman tersebut.

Tidak jelas apakah serangan tersebut dilakukan oleh pesawat tempur pemerintah Suriah atau pihak sekutunya Rusia.

Sedangkan Kantor berita Anadolu melaporkan setidaknya 40 warga sipil terbunuh dan 70 lainnya luka-luka di Amanaz.

Militer Rusia dan Suriah telah mengatakan bahwa mereka hanya menargetkan ‘gerilyawan’ dan menolak membunuh warga sipil.

Lonjakan serangan bom telah memaksa rumah sakit di provinsi Idlib tersebut ditutup, demikian badan amal medis, Doctors Without Borders mengatakan pada hari Jumat (29/9).

Jet Suriah dan Rusia telah mengintensifkan serangan di Idlib.

Bulan lalu, Rusia, Turki dan Iran sepakat untuk menciptakan “zona de-eskalasi” di provinsi tersebut, sebagai bagian dari usaha mereka untuk membangun gencatan senjata yang luas di Suriah yang dilanda perang.

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden  Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Kamis (28/9) sepakat untuk meningkatkan upaya untuk membangun zona aman di Idlib.

Suriah mengatakan bahwa zona di Idlib itu tidak mencakup kelompok oposisi garis keras seperti negara Islam Irak dan kelompok Levant (ISIL) dan Hay’et Tahrir al-Sham.

Suriah telah dikepung dalam sebuah perang saudara (civil war) yang berkepanjangan sejak awal tahun 2011 lalu. Sejak saat itu, 10 juta orang mengungsi dari Suriah, menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *