oleh

Konsumsi Obat Belum Sarapan, Tujuh Siswa SD Negeri 12 Lhoksukon Alami Pusing dan Mual

-Aceh-70 views

PENANEGERI, Aceh Utara – Sejumlah Wali murid SD Negeri 12 Lhoksukon bersama masyarakat mendatangi kantor Puskesmas Bukit Hagu Batu VII, akibat dugaan keracunan obat anti kaki gajah yang menimpa anaknya, Kamis (26/10) siang.

Informasi diperoleh Penanegeri.com menyebutkan, ke 7 (tujuh) siswa SD Negeri 12 Lhoksukon tersebut sebelumnya diberikan obat anti penyakit kaki gajah oleh pihak Puskesmas Bukit Hagu Batu VII sekitar pukul 10.00 WIB. Hingga pelaksanaan pemberian obat selesai tidak terlihat adanya tanda-tanda apapun terhadap siswa yang mengkonsumsi obat anti kaki gajah tersebut hingga mereka pulang kerumahnya.

Setibanya dirumah, para orang tua siswa melihat anaknya mengeluh kesakitan, selanjutnya, sekitar pukul 13.30 WIB, para siswa beserta orang tua korban yang di duga keracunan obat didampingi para warga gampong mendatangi Puskesmas Bukit Hagu dan meminta pertanggungjawaban atas kejadian yang menimpa anak-anak mereka.

Atas laporan itu pihak Puskesmas langsung mengambil tindakan untuk melakukan pertolongan terhadap korban yang mengalami pusing dan mual tersebut. Sambil memberikan pengobatan, pihak Puskesmas juga memberikan penjelasan kepada Wali murid, bahwa anak mereka bukanlah keracunan obat.

SD Negeri 12 Lhoksukon

Kepala Puskesmas Bukit Hagu, dr Adnani saat dikonfirmasi Penanegeri.com, Kamis (26/10) menjelaskan sakit yang dialami tersebut disebabkan karena para murid saat diberikan obat anti kaki gajah belum sarapan pagi.

“Efek samping obat tersebut jika perut kosong mengakibatkan pusing-pusing, mual dan muntah-muntah,” terangnya.

“Setelah kita berikan pengobatan, beberapa saat kemudian para murid sudah pulih dan dibawa pulang kerumah masing-masing oleh orang tuanya” tambah dr Adnaini.

Ia menjelaskan, peristiwa yang dialami tujuh murid SD Negeri 12 Lhoksukon tersebut bukanlah keracunan obat, karena obat yang diberikan juga tidak kadaluarsa dan pemberian obat anti kaki gajah itu telah sesuai prosedur.

“Dari tiga lokal yang diberikan obat, hanya tujuh murid yang mengeluhkan sakit. Jika keracunan obat maka semuanya mengalami hal yang sama seperti tujuh murid teraebut,” tandasnya sembari mengatakan semua sudah pulih dan tidak ada masalah lagi.

Adapun ke tujuh siswa yang mengeluh sakit paska diberikannya obat anti kaki gajah tersebut masing-masing, Ikram warga Gong-Grong, Ridwan, Uli Aulia, M Reza dan Aulia Ananda, warga Alur Itam Reudup, Muksalmina, warga Lhok Kareung dan Amrullah, warga Alue Abe.

Jenis obat anti kaki gajah yang diberikan pihak Puskesmas untuk para siswa SD Negeri 12 Lhoksukon yakni Albendazole 400 mg dan Diethycarbamazine Citrate 100 mg.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *