oleh

Korban Tewas Berjatuhan, Bencana Gempa 6,5 Skala Richter di Sichuan China

PENANEGERI, Desk Internasional- Sedikitnya lima orang tewas dan puluhan orang lainnya luka-luka setelah gempa berkekuatan 6,5 skala richter melanda propinsi Sichuan di wilayah barat daya negara China, Selasa (8/8).

Sedikitnya lima orang telah dilaporkan tewas, dan puluhan lainnya cedera setelah gempa kuat melanda wilayah barat daya China, kata beberapa pejabat.

Komisi Nasional Penanggulangan Bencana China melaporkan bahwa gempa 6,5 tersebut melanda propinsi Sichuan, dan memperingatkan bahwa jumlah korban tewas bisa lebih tinggi.

Lebih dari 130.000 rumah mungkin rusak, katanya dalam sebuah pernyataan yang diposting di situsnya, berdasarkan analisis awal bencana tersebut.

Badan gempa Sichuan mengatakan pusat gempa berada di prefektur Ngawa, sebagian besar dihuni oleh etnis Tibet, yang kebanyakan merupakan penggembala nomaden, tapi juga dekat dengan cagar alam Jiuzhaigou, sebuah tujuan wisata yang populer.

Laporan dari Beijing, menyebutkan telah ada laporan bahwa besarnya gempa bisa setinggi 7 skala richter, dan kedalamannya sedalam 15 km di bawah permukaan bumi.

Gambar di situs media sosial media-media menunjukkan beberapa kerusakan di Jiuzhaigou, dengan ubin dan genting telah jatuh dari bangunan dan orang-orang bergegas untuk berlarian mencari keselamatan.

Televisi negara mengutip seorang penduduk di sebuah desa dekat Jiuzhaigou yang mengatakan bahwa tidak ada bangunan yang runtuh di tempat dia berada, tapi terjadilah guncangan yang kuat dan orang-orang telah melarikan diri ke luar rumah.

Seorang pejabat polisi mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa ada beberapa kepanikan di antara para wisatawan saat gempa tersebut terjadi.

Kantor berita resmi Xinhua mengutip seorang pejabat pariwisata Jiuzhaigou yang mengatakan bahwa beberapa rumah telah roboh atau retak dan pihak berwenang mengorganisir evakuasi.

Gemetar terasa di ibukota provinsi Chengdu dan sejauh Xian, rumah para prajurit Terracotta, menurut pengguna media sosial Tiongkok. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *