oleh

Korban Tewas terus Bertambah akibat Bentrokan di Yerusalem

PENANEGERI, Desk Internasional – Dua warga Palestina tewas setelah bentrokan dengan pasukan Israel di Yerusalem dan sekitarnya pada hari Sabtu (22/7).

Dua orang pengunjuk rasa yang berasal dari kalangan pemuda Muslim Palestina berusia 17 dan 18 tahun tewas karena luka-luka mereka dari insiden terpisah di Tepi Barat yang diduduki Israel.

Dewan Keamanan PBB akan membahas pada hari Senin (24/7) tentang konflik yang makin memanas di Yerusalem.

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, dua warga Palestina itu tewas dalam insiden terpisah, setelah bentrokan dengan pasukan keamanan Israel di Tepi Barat yang diduduki Israel.

Pemuda muslim Palestina bernama Oday Nawajaa (17) meninggal karena luka-lukanya pada hari Sabtu (22/7), setelah ditembak langsung oleh polisi Israel di kota Al-Eizariya di sebelah timur Yerusalem.

Seorang warga Palestina lainnya berusia 18 meninggal di desa Abu Dis, Tepi Barat ketika sebuah bom bensin yang dia rencanakan untuk dilemparkan ke pasukan keamanan Israel meledak sebelum waktunya.

Dua korban tewas pemuda Muslim palestina itu dimumukan oleh kementerian kesehatan Palestina, Minggu (23/7).

Di Yerusalem, polisi Israel mengatakan bahwa mereka menggunakan peralatan anti huru hara untuk membubarkan belasan orang Palestina yang melemparkan batu dan botol ke mereka.

Tayangan televisi menunjukkan polisi melemparkan granat setrum dan menggunakan meriam air untuk memecah kerumunan.

Israel mengirim pasukan tambahan ke Tepi Barat pada hari Sabtu (22/7) dan menggerebek rumahwarga Palestina di desa Kobar di Tepi Barat yang menikam tiga orang Israel pada hari Jumat (21/7).

Pasukan Israel juga menahan salah satu saudara laki-lakinya, selanjutnya  mengukur rumah tersebut dalam persiapan untuk pembongkaran serta perobohan rumah warga Palestina itu, kata pihak tentara Israel tersebut.

Kematian warga Israel Jumat (21/7) terjadi beberapa jam setelah tiga orang Palestina terbunuh dalam kekerasan yang diminta oleh instalasi detektor logam Israel di titik masuk kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem.

Menurut televisi Israel Channel 2, pihak Kepolisian Israel memutuskan untuk memindahkan pintu detektor logam pada Sabtu malam (22/7) dan menggantinya dengan menggunakan detektor genggam.

Pihak berwenang Israel belum berkomentar mengenai masalah ini.

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa akan bertemu pada hari Senin untuk membahas serentetan kekerasan Israel-Palestina paling berdarah selama bertahun-tahun, kata beberapa diplomat pada hari Sabtu (22/7).

Swedia, Mesir dan Prancis meminta pertemuan tersebut untuk “segera membahas bagaimana seruan untuk de-eskalasi di Yerusalem dapat didukung,” ujar Carl Skau, wakil utusan PBB di Swedia, dalam akun Twitternya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *