oleh

Korea Utara Ancam AS dan Jepang 

PENANEGERI, Desk Internasional- Korut secara retorika mengancam untuk mengubah AS menjadi ‘abu’ dan menenggelamkan Jepang ‘ke laut’ dengan bom nuklir menyusul, dijatuhkannya sanksi PBB terbaru atas Korut.

Korea Utara (DPRK- Democratic People’s Republik of Korea) mengancam akan menenggelamkan Jepang dan mengurangi AS menjadi “abu dan kegelapan” karena memimpin sanksi terbaru Dewan Keamanan PBB yang diberlakukan di negara Korut tersebut.

Dewan Keamanan PBB pada hari Senin dengan suara bulat menyetujui sebuah resolusi yang dirancang AS, yang melarang pemerintah Kim Jong-un mengekspor tekstil dan membatasi pengiriman produk minyak.

Bereaksi pada pemungutan suara pada hari Kamis (14/9), Korea Utara -lagi-lagi secara Retorika- mengatakan bahwa AS seharusnya “dipukuli sampai mati” karena mempelopori hukuman tersebut.

“Empat pulau di kepulauan Jepang harus tenggelam ke dalam laut oleh bom nuklir. Jepang tidak lagi perlu ada di dekat kita,” demikian sebuah pernyataan yang dibawakan oleh Kantor Berita Pusat Korea (KNCA-Korea News Central Agency), sebagai media pemerintah Korea Utara,.

Pejabat Jepang mengecam keras pernyataan tersebut, dengan menyebut ancaman Korut itu sebagai “sangat provokatif dan mengerikan”.

“Ini adalah sesuatu yang secara nyata meningkatkan ketegangan regional dan sama sekali tidak dapat diterima,” kata Yoshihide Suga, sekretaris kabinet Jepang, Kamis (14/9).

Ketegangan meningkat di wilayah Jepang dalam beberapa pekan terakhir setelah uji coba nuklir keenam Korea Utara dan paling kuat sampai pada tanggal 3 September.

Sanksi tersebut, yang juga membuat perusahaan asing ilegal dalam melakukan perjanjian komersial dengan  Korea Utara. Sanksi baru untuk Korut ini disetujui oleh semua 15 anggota Dewan Keamanan, termasuk China dan Rusia.

Nikki Haley, duta besar AS untuk PBB, menyatakan langkah-langkah sanksi tersebut akan membuat Korea Utara merugi  setidaknya $ 1,3 miliar dalam pendapatan tahunannya.

Dubes Nikki Haley mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB pada hari Senin bahwa AS terus mengupayakan resolusi damai untuk mengatasi krisis tersebut.

“Jika [Korea Utara] setuju untuk menghentikan program nuklirnya, maka ia (Korut) dapat merebut kembali masa depannya. Jika terbukti, maka dunia akan hidup dalam damai, ” katanya.(*)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *