oleh

Korea Utara Lakukan Uji Coba Nuklir (Lagi)

PENANEGERI, Desk Internasional- Korea Utara atau lazim disebut sebagai DPRK (Democratic People Republic of Korea) telah melakukan uji coba peledakkan bom nuklirnya yang keenam kalinya.

Setelah adanya laporan tentang gempa, Korea Utara mengatakan bahwa pihaknya berhasil menguji Bom Hidrogen di tengah meningkatnya ketegangan dengan AS dan sekutunya.

Bom Hidrogen merupakan Bom Thermonuklir yang kekuatannya melebihi bom atom nuklir, karena Bom Hidrogen menggunakan fusi dari atom hidrogen, sesuai namanya. Bom ini didasarkan pada proses fusi nuklir yang menggabungkan isotop-isotop hidrogen (deuterium dan tritium).

Korea Utara telah mengkonfirmasi uji coba nuklir keenam setelah laporan getaran yang mengguncang negara tersebut.
Kantor Berita Pusat resmi Korea (KCNA) mengatakan tes bom hidrogen pada hari Minggu pagi (3/9), sesuai yang diperintahkan oleh pemimpin Kim Jong-un, adalah “kesuksesan sempurna”.

Percobaan bom hidrogen yang pada 12:00 (03:30 GMT) dilakukan untuk “memeriksa dan mengkonfirmasi keakuratan dan kredibilitas” teknologi Korea Utara, demikian lapor kantor berita korut, KCNA (Korea Central News Agency).

Kantor berita KCNA tersebut memuji “kekuatan besar yang belum pernah terjadi sebelumnya” bom tersebut, dengan mengatakan bahwa “menandai sebuah kesempatan yang sangat signifikan dalam mencapai tujuan akhir menyelesaikan kekuatan nuklir negara”.

Pyongyang sebelumnya pada hari Minggu melaporkan rincian senjata terbarunya, mengklaim telah mengembangkan sebuah bom nuklir yang lebih maju yang dapat dimuat ke rudal balistik antar benua (ICBM).

KCNA melaporkan bahwa kekuatan bom hidrogen dapat disesuaikan dengan ratusan kiloton dan dapat diledakkan di tempat yang tinggi, dengan komponen yang diproduksi secara khusus yang memungkinkan negara tersebut membangun sebanyak mungkin senjata nuklir sesuai keinginannya,

Korea Utara diketahui telah memulai percobaan ledakan nuklir di tahun 2006.

Pada bulan Juli, Korut  menguji-meluncurkan dua ICBM yang diyakini mampu menjangkau daratan Amerika Serikat.
Uji coba terakhir dilakukan dengan melanggar sanksi PBB dan selanjutnya meningkatkan ketegangan antara Korut dan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya.

Tidak ada konfirmasi independen diluar dari laporan Kantor Berita Korut KCNA, bahwa peledakan tersebut merupakan Bom Hidrogen.

Itu adalah tes nuklir pertama Pyongyang sejak Presiden AS Donald Trump mulai menjabat, dan menandai sebuah tantangan langsung kepada Presiden Trump, yang beberapa jam sebelumnya telah berbicara melalui telepon dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe tentang “meningkatnya krisis nuklir di wilayah ini.

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in menyerukan tanggapan “terkuat” dan langkah lebih lanjut untuk mengisolasi Korea Utara, termasuk sanksi baru Dewan Keamanan PBB, demikian menurut kantor berita negara Korsel, Yonhap.

Jepang adalah negara pertama yang mengkonfirmasi uji coba nuklir Korea Utara, sementara Korea Selatan menggambarkan adanya ” gempa buatan” sebagai” ujian “yang paling kuat.

“Fakta bahwa Korea Utara yang dipaksa melalui tes nuklir kali ini sama sekali tidak dapat diterima di negara kita, “kata Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dalam sebuah pernyataan.

Survei Geologi AS pertama kali melaporkan gempa di Korea Utara pada hari Minggu (3/9), dengan adanya gempa pertama berkekuatan 6,3 skala richter dengan kedalaman 23 kilometer.

China kemudian mengatakan bahwa mereka juga mendeteksi gempa kedua di Korea Utara yang berkekuatan 4,6 skala richter, yang terjadi delapan menit setelah getaran awal.

Gempa tersebut dirasakan sejauh kota Changchun di Cina sekitar 400 kilometer barat laut dari lokasi uji coba Korea Utara di Punggye-ri, menurut penyiar TV negara China, CCTV.

Situs Survei Geologi AS mengatakan getaran 6,3 skala richter dan memiliki kedalaman 23 kilometer.

Bom Hidrogen ini menurut literatur sains lebih besar kekuatannya daripada bom atom atau bom nuklir konvensional, karena  Bom Hidrogen mendapatkan energinya melalui fusi atom, sedangkan bom atom biasa mendapatkannya melalui fisi atom.

Fusi dan fisi merupakan jenis reaksi berbeda yang melepaskan energi atom. Dalam fisi, sebuah atom dibelah menjadi dua atau lebih, sehingga atom menjadi lebih ringan. Fusi, kebalikannya, terjadi ketika dua atau lebih atom dilebur menjadi satu, menciptakan atom yang lebih besar dan berat.

Bom fisi yang paling kuat yang pernah dibangun dapat menghasilkan ledakan sebesar 500.000 ton TNT. Tapi bom hidrogen bisa 1.000 kali lebih dahsyat dibanding senjata atom tersebut. Bom hidrogen dapat meluluhlantakkan seluruh kota-kota dalam satu ledakan. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *