oleh

Korea Utara Tolak Sanksi PBB

PENANEGERI, Desk Internasional- Pemerintah Korea Utara pada hari Senin (7/8) mengutuk keras atas sanksi yang diberlakukan oleh PBB (Perserikatan Bangsa bangsa) terhadap negaranya, terkait program persenjataan Korut.

Pemerintah Korea Utara mengatakan bahwa pihaknya tidak akan melakukan negosiasi apapun mengenai senjata nuklir miliknya meskipun diancam oleh AS.

Sanksi yang dikeluarkan pada akhir pekan adalah “pelanggaran keras terhadap kedaulatan kita”, kata pemerintah Korut di Pyongyang dalam sebuah pernyataan resminya.

Pemerintah Korut juga menambahkan bahwa atas sanksi tersebut maka pihaknya akan mengambil “tindakan yang benar” sebagai ganti balasannya.

Korea Utara bereaksi keras setelah sanksi Dewan Keamanan PBB yang baru terhadap Pyongyang dan setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan mendorong tindakan penghukuman terhadap Korut tersebut.

China juga mendukung sanksi PBB terhadap Korea Utara saat KTT ASEAN digelar.

Pada hari Sabtu (5/8) lalu Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat mengadopsi sebuah resolusi yang dipimpin oleh AS, yang melarang ekspor mineral dan makanan laut dari Korea Utara bernilai lebih dari $ 1 milyar.

Peristiwa yang dipicu akhir Juli lalu, uji coba rudal balistik Korea Utara terbaru, membuat masyarakat internasional dan para ahli khawatir. Seiring dengan pernyataaan ancaman pemerintah Korea Utara, yang mengatakan rudal Korut dapat menjangkau berbagai belahan Amerika Serikat.

Diplomat Bertemu di Manila

Sementara itu, beberapa menteri luar negeri Asia, juga Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson dan Sergey Lavrov, menteri luar negeri Rusia, saat ini Senin (7/8) berkumpul di ibukota Filipina, Manila, untuk sebuah pertemuan regional ASEAN.

Di Manila, Korea Utara pada hari Minggu menolak tawaran perundingan dari Korea Selatan selama pertukaran langka antara kedua menteri luar negeri tersebut, menurut kantor berita Yonhap, Seoul.

Menteri Luar Negeri Korea Selatan Kang Kyung-Wha berjabat tangan dengan rekannya dari Utara, Ri Yong-Ho, sebelum makan malam forum.

Dalam pertemuan singkat, Kang mendesak Ri untuk menerima tawaran Seoul untuk melakukan perundingan militer guna menurunkan ketegangan di semenanjung yang terbagi, dan untuk diskusi mengenai babak baru reuni antara dua Korea itu

“Mengingat situasi saat ini di mana Korea Selatan bekerja sama dengan AS untuk menekan tekanan di Korea Utara, usulan tersebut tidak memiliki ketulusan,” kata seorang pejabat kementerian luar negeri Korsel yang tidak disebutkan namanya mengutip Menlu Korut Ri.

Menlu Korsel Kang mengulangi “ketulusan Korea Selatan” dan mengulangi seruan agar Pyongyang bersedia untuk melakukan pembicaraan.

Korea Selatan mengatakan dengan langkah baru-baru ini bahwa tawaran dialog pada Korut tersebut tetap terbuka, namun jika Korut tetap melaksanakan uji coba misil maka akan ada lebih banyak sanksi terhadap Korea Utara jika tetap terjadi uji coba rudal balistik milik Korut. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *