oleh

Korut Kembali Ancam Akan Serang Guam

PENANEGERI, Desk Internasional – Korea Utara telah mengeluarkan ancaman baru terhadap Guam, AS sembari mengklaim bahwa “salvo rudal” akan diluncurkan di perairannya, jika Presiden AS Donald Trump tetap melanjutkan “provokasinya”.

Guam merupakan Wilayah kepulauan kecil AS di Pasifik yang merupakan pusat strategis, dan pemerintah Korea Utara (DPRK) percaya bahwa wilayah Guam ini dapat digunakan sebagai “basis awal” untuk invasi AS ke negara Korut.

Ketegangan antara kedua negara telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, menyusul serangkaian uji coba rudal oleh Korea Utara.

Korea Utara pertama kali mengancam Guam pada Agustus setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan rezim Korut akan “menghadapi api dan kemarahan seperti dunia yang belum pernah ada sebelumnya”.

Pasukan militer AS di wilayah ini menjadi lebih waspada. Minggu ini, pembom strategis B-1B AS terbang di atas Korea Selatan dengan pengawalan jet tempur dari negara sekutu tersebut.

Jim Schoff, mantan penasihat Pentagon senior untuk kebijakan Asia Timur, mengatakan kepada Kantor Berita AP bahwa penerbangan B-1B tidak hanya dimaksudkan untuk memberi sinyal pada ketetapan AS, namun untuk berlatih membuat penerbangan panjang dari Guam dimana mereka berada, dan “merasakan untuk jenis pertahanan udara yang dimiliki Korea Utara dan bagaimana kita melihat mereka bereaksi “.

Korea Utara diyakini sedang bersiap untuk meluncurkan rudal balistik lain sebagai pembalasan untuk adanya latihan angkatan laut gabungan yang digelar oleh AS dan Korea Selatan.

Angkatan Laut AS mengatakan pada hari Jumat (13/10) bahwa kapal induk USS Ronald Reagan akan memimpin latihan gabungan tersebut dalam minggu depan, sebagai demonstrasi kekuatan melawan program senjata nuklir Korut.

Atas latihan gabungan AS-Korsel maka pihak Korut mengeluarkan ancamannya untuk menembakkan rudal di wilayah Guam Pasifik AS, memperingatkan bahwa “langkah sembrono” oleh AS akan memaksa untuk mengambil tindakan.

Sementara China mendesak semua pihak agar berhati-hati terhadap Korea Utara.

Beredar pula  laporan citra satelit yang menunjukkan rudal balistik yang dipasang pada peluncur yang dibawa keluar dari hanggar dekat Pyongyang dan di Provinsi Pyongan Utara.

Sumber tersebut mengatakan bahwa pejabat militer AS percaya bahwa gerakan tersebut dapat mengindikasikan persiapan untuk peluncuran uji coba rudal yang setara dengan rudal balistik antar-benua Hwasong-14 antar benua (ICBM) atau rudal balistik jarak jauh Hwasong-12 (IRBM).

Kemungkinan lain bisa menjadi pengujian ICCM Hwasong-13 baru (mesin padat) yang memiliki jangkauan maksimal lebih panjang dari pada Hwasong-14. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *