oleh

Korut Terus Peringatkan Amerika Serikat dan Sekutunya

PENANEGERI, Desk Internasional – Pihak DPRK (Democratic People’s Republic of Korea) atau biasa disebut Korea Utara (Korut) terus peringatkan Amerika Serikat untuk segera menarik aset militer AS dari wilayah tersebut, Kamis (1/6) dan memberikan peringatan melalui media yang dikelola negara, bahwa sebuah pertikaian militer akan dapat berakhir dengan penghancuran nuklir.

Kantor Pusat Berita Korea Utara/ Korean Central News Agency (KCNA) merilis sebuah artikel berjudul “Amerika Serikat Disarankan untuk Tidak Melakukan Tindakan Militer,” di mana seorang pejabat yang bertugas menangani hubungan antar-Korea mengkritik gerakan militer A.S. di wilayah tersebut.

Baca : Ancaman Korea Utara Beri ‘Hadiah Besar’ Untuk Amerika Serikat

Jepang, sekutu Washington sekaligus saingan Pyongyang, memulai latihan angkatan laut dan angkatan udara  dengan kapal induk AS, USS Carl Vinson dan USS Ronald Reagan,

Reuters melaporkan. Kapal perang A.S. dikirim ke wilayah tersebut untuk menanggapi kemungkinan bahwa Korea Utara akan melakukan uji coba senjata keenam, dimana Amerika telah berjanji untuk mencegahnya.

Sedangkan pihak Korea Utara sendiri berpendapat bahwa pengejaran teknologi senjata nuklir adalah untuk tujuan pencegahan.

Baca Juga  Korea Utara Luncurkan tes misil, Trump Serukan sanksi yang lebih keras

Bangsa Korea Utara diyakini memiliki hingga 20 hulu ledak nuklir serta gudang rudal balistik yang luas.

Analis tidak percaya bahwa Korea Utara akan mampu menghasilkan rudal antar benua bertenaga nuklir yang bisa bertahan sampai setidaknya tahun 2020, namun negara yang otoriter dan militeriistik tersebut diperkirakan mampu meluncurkan serangan nuklir ke negara-negara tetangga, termasuk Korea Selatan dan Jepang, dua negara menjadi tuan rumah instalasi militer AS dan personilnya.

Administrasi pemerintahan Trump hari Kamis mengumumkan sanksi ekonomi tambahan yang menargetkan perusahaan-perusahaan yang diduga berperan dalam pengembangan senjata nuklir Korea Utara, menurut Los Angeles Times.

Upaya terbaru Gedung Putih untuk mencegah Korea Utara melakukan uji coba senjata nuklir yakni mencari bantuan dari China, saingan tradisional dan sekutu terbesar Korea Utara, untuk mengendalikan ambisi nuklir Korea Utara.

Keberadaan grup kapal induk Amerika yang mengadakan latihan bersama dengan Jepang sangat membuat Korea Utara dan pemimpin mudanya, Kim Jong Un, sangat curiga terhadap upaya A.S.

Pada hari Kamis (1/6), Korean Central News Agency (KCNA) meminta Washington untuk waspada akan tindakannya atau menghadapi serangan nuklir.

Baca Juga  Jepang Peringatkan Warganya, Antisipasi Krisis Korea Utara

“A.S. sebaiknya membuat pilihan bijak meski terlambat, sebelum menghadapi kehinaan lebih dalam, jelas memahami saat itu, keadilan dan kemenangan terakhir semua milik DPRK (Democratic People’s Republic of Korea) memegang senjata nuklir paling kuat,” artikel tersebut memperingatkan.

Korea Utara juga menyatakan bahwa keberadaan kapal Induk Amerika akan memicu keadaan berada di “ambang perang” setelah AS dan Korea Selatan menerbangkan jet tempur yang dekat dengan wilayah Korea Utara sebagai tanggapan atas sebuah uji coba rudal balistik pada hari Senin (29/5) lalu.

Kim Jong-un memperingatkan bahwa Korea Utara akan mengembangkan senjata yang lebih kuat setelah uji coba rudalnya yang ketiga dalam tiga minggu, menurut kantor berita KCNA yang dikelola pemerintah Korut.

“Dia (Kim Jong un) menyatakan keyakinannya bahwa akan membuat lompatan lebih besar ke depan dalam semangat ini untuk mengirim paket hadiah yang lebih besar kepada orang-orang Yankee,” papar KCNA mengutip pernyataan Kim Jong un. (*)

Komentar

Berita Terbaru