oleh

Kota Mosul Hancur Setelah Perang Berkepanjangan

PENANEGERI, Desk Internasional – Peperangan untuk membebaskan Kota Mosul berakhir setelah sembilan bulan lamanya pasukan Irak dan Koalisi AS berjuang melawan kelompok teror ISIS di Mosul.

Perang kota antara pasukan pemerintah melawan militan ISIS telah menghancurkan mayoritas bangunan fisik di kota Mosul, juga akibatnya warga sipil Irak menderita dalam krisis kemanusiaan dalam skala monumental.

Lebih dari satu juta orang meninggalkan rumah mereka di Mosul dan mengungisi dari desa-desa terdekat sejak pertempuran dimulai. Kebanyakan dari mereka kini berdesakan memenuhi kamp pengungsian di pedesaan atau telah menemukan tempat berlindung di tempat lain.

Warga yang kembali ke kota Mosul menemukan rumah-rumah yang rusak, menghancurkan sekolah dan rumah sakit, dan kekurangan air dan listrik, di samping ancaman tembakan dan jebakan.

“Akhir dari pertempuran untuk Mosul bukanlah akhir dari cobaan bagi warga sipil. Situasi kemanusiaan tidak hanya tetap serius, tapi bisa memperburuk,” ujar Dewan Pengungsi Norwegia (Norwegian Refugee Council) sebuah lembaga yang membantu para pengungsi, seperti dikutip Reuters, Rabu (19/7).

Norwegian Refugee Council adalah salah satu dari banyak organisasi internasional dan pemerintah yang membantu upaya bantuan dan rehabilitasi tersebut.

Di kamp pengungsi Al Salamiya di Dataran Ninevah yang kering, hampir 2.000 keluarga tinggal di tenda-tenda pengungsian selama hampir tiga tahun, akibat peperangan di Mosul.

Kehidupan di beberapa bagian Mosul kembali normal, terutama di timur, yang direbut kembali pada bulan Januari. Toko dan pasar terbuka namun jejak kehancuran masih membekas di  beberapa daerah di Mosul.

UNICEF telah mengirimkan pasokan air bersih kepada setengah juta orang per hari, termasuk 3,3 juta liter air di  sekitar Mosul Timur dan Barat.

Hampir semua rumah sakit hancur

Namun Rumah Sakit utama yang melayani wilayah Mosul Barat telah kembali beroperasi sehari-hari.

Diharapkan kehidupan warga sipil akan berangsur-angsur membaik setelah ISIS didesak mundur dari Mosul.

“Kemenangan Mosul jelas merupakan awal dari sebuah era baru di Irak. Kami berharap ini Era baru ini akan menjadi era rekonsiliasi dan rekonstruksi, “demikian ujar duta besar Uni Eropa untuk Irak, Patrick Simonnet, mengatakan kepada kantor berita Reuters saat berkunjung ke Mosul Barat. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *