oleh

KPB Bireuen Fasilitasi Pengobatan Anak yang Alami Kanker Tulang ke Banda Aceh

PENANEGERI, Bireuen – Komunitas Kami Peduli Bireuen (KPB) memfasilitasi Rizka Yanti (18) warga Dusun Beringin, Desa Matang Tengoh, Samalanga Bireuen yang selama ini mengalami kanker tulang ke rumah sakit Banda Aceh, Senin (10/6).

Anak ke dua pasangan Saifuddin Muhammad dan Darmawati Yusuf itu telah lama terbaring sakit di rumahnya. Sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainal Abidin Banda Aceh, Rizka Yanti sempat ditangani rumah sakit umum daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen kemarin.

Koordinator Kami Peduli Bireuen, Bripka Deni Putra SE MM kepada Penanegeri.com, Senin (10/6) mengatakan, awalnya mendapat informasi kondisi Rizka Yanti ini dari anggota di Samalanga, dan kemarin kami turun melihat langsung kondisinya di rumahnya.

“Kalau kita lihat kondisinya tidak mungkin Ia harus terus terbaring tampa upaya pengobatan, sehingga kami berinisiatif berkoordinasi dengan orangtuanya, dan Alhamdulillah beliau setuju kalau anaknya dibawa ke rumah sakit umum Bireuen sevelum dirujuk ke rumah sakit Banda Aceh,” katanya.

Namun setelah kami koordinasi kembali dengan dokter di Bireuen, Rizka Yanti ini harus segera dirawat dan dirujuk ke Banda Aceh dengan harapan Ia bisa sembuh.

Baca Juga  Berkas Pemeriksaan Tersangka Perampok Mobil Rokok di Peudada Bireuen Hampir Rampung

Guna menanggulangi dana pendamping disana, kami juga terus menggalang dana dari donatur, sehingga bisa dimanfaatkan selama berada di Banda Aceh.

Hasil keterangan sementara di rumah sakit umum Bireuen, Rizka Yanti ini harus segera ditangani di rumah sakit Banda Aceh, sebab kondisinya sangat memprihatinkan.

“Sudah dua kali dibersihkan bagian punggungnya dan ditemukan ulat-ulat, tentu ini sangat riskan terhadap penyakit yang di deritanya, dan butuh penanganan segera,” sebut Deni Putra yang juga personel Polres Bireuen itu.

Kami dari Komunitas Kamia Peduli Bireuen sangat memohon kepada semua pihak agar mempedulikan terhadap hal ini, terutama dinas terkait di pemerintahan Bireuen yang dianggap masih kurang tanggap terhadap kondisi lingkungan.

“Bahkan pengalaman-pengalaman selama ini banyak warga yang miskin yang masih terbaikan, terutama terhadap pelayanan kesehatan, seperti yang terjadi terhadap almaruhm Nek Sulaiman di terminal Bireuen baru-baru ini,” terangnya.

Komentar

Berita Terbaru